Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologisnya

Pada rentang waktu 2014-2018, Menpora melalui MIU selaku asisten pribadi Menpora, yang juga ditetapkan sebagai tersangka, diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar. 
Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologisnya
Menpora Imam Nahrawi ditetapkan jadi tersangka KPK. (Kemenpora)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim) itu terlibat kasus dugaan suap dana hibah KONI Tahun Anggaran 2018.

Dalam keterangan tertulisnya, lembaga antirasuah itu menyebut dana hibah dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) untuk KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang dialokasikan adalah sebesar Rp17,9 miliar. 

Dalam perkara tersebut, diduga KONI pada tahap awal mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.

Pengajuan dan penyaluran dana hibah tersebut diduga sebagai akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya. Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19.13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar.

Baca Juga: KPK Tetapkan Imam Nahrawi Sebagai Tersangka

Pada rentang waktu 2014-2018, IMR (Imam Nahrawi) selaku Menpora melalui MIU (Miiftahul Ulum) selaku asisten pribadi Menpora, yang juga ditetapkan sebagai tersangka, diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar. 

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar, hingga total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora TA 2018.

Penerimaan itu juga terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan IMR selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait.

Para tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca Juga: Menpora Tersangka, Istana: Bukti Jokowi Tak Intervensi KPK

Perkara ini berawal dari peristiwa tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2018 terkait dengan penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018. Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan uang tunai di kantor KONI sebesar Rp7,4 miliar dan menetapkan lima orang sebagai tersangka.