Hukuman Mati Membayangi Pelaku Teror Demo di DPR dan Acara Mujahid 212

Para tersangka dijerat Pasal 187 bis Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.
Hukuman Mati Membayangi Pelaku Teror Demo di DPR dan Acara Mujahid 212
Beberapa waktu lalu terjadi demo di depan gedung DPR oleh mahasiswa terkait RUU KUHP dan UU KPK./radarmalang.id

Nusantaratv.com - Hingga saat ini pihak Kepolisian telah menangkap 22 orang terkait dengan Abdul Basith (AB), eks dosen IPB. Dari 22 orang itu terdapat seorang dokter perempuan dan seorang sastrawan.

Menurut keterangan Polisi, AB bersama dokter dan sastrawan bersekongkol merencanakan peledakan di beberapa tempat pusat bisnis untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf. Kedua perempuan yang berprofesi sebagai dokter dan sastrawan itu sudah diidentifikasi polisi.

“HW (Hilda Winar) dan EF (Efi Afifah),” kata Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (18/10).

Hilda berperan menyediakan tempat untuk membuat bom molotov dan membantu menyediakan bahan-bahan membuat bom molotov. Sementara Efi berperan salah satu pendana pembuatan bom molotov.

BACA JUGA : Salah Seorang Mahasiswa Menjadi Korban Dalam Aksi Demo di Depan DPR RI

Para tersangka dijerat Pasal 187 bis Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, AB nekat melakukan aksi teror bukan hanya hendak beraksi di acara Mujahid 212 dan pelantikan Joko Widodo, ternyata dia adalah dalang dibalik massa yang menyerang pakai bom molotov saat demo berujung ricuh di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada 24 September 2019 lalu.

Pada 20 September 2019, perencanaan dilakukan di rumah salah satu tersangka, SN di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan bersama tersangka lain yaitu SS, SO, AB, dan YD.

Sumber : merahputih.com

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0