Ditolak ICW Jadi Pimpinan KPK, Ini Jawaban Polri

Polri jamin pimpinan KPK asal institusinya profesional dalam bekerja
Ditolak ICW Jadi Pimpinan KPK, Ini Jawaban Polri
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Inisiatifnews)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur Polri dan kejaksaan. Alasannya mengacu hasil penelitian dan rekam jejak, pimpinan hingga penyidik KPK asal kedua lembaga dinilai kerap bermasalah. ICW pun meminta siapa pun yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK, mundur dari institusi asal agar tak ada loyalitas ganda. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan Polri menjamin anggotanya akan bekerja secara profesional jika ditugaskan di KPK atau terpilih sebagai pimpinan.

"Yang jelas anggota Polri yang ditugasnya di kementerian atau lembaga termasuk KPK akan bekerja secara profesional dan standar kompetensi yang berlaku pada lembaga tersebut," ujar Dedi, Sabtu (22/6/2019). 

Menurut Dedi aturan anggota kepolisian bertugas di luar Polri, sudah tertuang pada UU Nomor 2 Tahun 2002 dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penugasan Khusus. Sehingga selain tak menyalahi aturan, tak perlu ada kekhawatiran terhadap profesionalisme mereka. 


Dedi menegaskan, anggota Polri yang nantinya bekerja di KPK, akan mengikuti aturan internal tempatnya bertugas.

"Secara internal para komisioner akan mengikuti kode etik dan regulasi internal dimana mereka bekerja. Itu namanya profesional, kompeten, komitmen dan integritas," jelas Dedi. (Rizk)