Selain Kuat Stamina, Daun Kratom Juga Dapat Sembuhkan Orang Kecanduan Narkoba

Bahan aktif utama kratom adalah alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Menurut bukti penelitian, alkaloid memberikan efek analgesik atau menghilangkan rasa sakit, anti-inflamasi, dan relaksasi otot.
Selain Kuat Stamina, Daun Kratom Juga Dapat Sembuhkan Orang Kecanduan Narkoba
Daun Kratom

Jakarta, Nusantaratv.com - Belakang ini banyak tumbuh-tumbuhan ditemukan dapat mengobati segala penyakit seperti akar bajakah. Mulai menguatkan setamina sampai bisa mengobati penyakit terkeras, seperti kanker. 

Namun, pernah Anda dengar nama daun Kartom. Peredaran daun ini banyak ditemukan di Indonesia bagian Timur, salah satunya di Kalimantan, Kraton digadang-gadang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. 

Melansir Healthline, Senin (2/9/2019), daun atau ekstrak daun kratom sering digunakan sebagai stimulan dan obat penenang. Kratom juga dimanfaatkan untuk mengobati nyeri kronis , penyakit pencernaan, dan sebagai jamu herbal untuk menyembuhkan pecandu narkoba dari ketergantungan opium.

Sayangnya hingga saat ini belum ada uji klinis untuk membuktikan bahwa kratom memiliki efek kesehatan. Hal itu pula yang membuat kratom belum disetujui untuk penggunaan medis di sejumlah negara. Di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) hendak menjadikan kratom sebagai obat-obatan Golongan I.

Hal berbeda terjadi di Amerika Serikat di mana kratom dilegalkan dan dimanfaatkan sebagai obat alternatif. Pada dosis rendah, kratom bekerja seperti stimulan sehingga membuat penggunanya lebih berenergi, lebih waspada, dan merasa lebih ramah. Sedangkan pada dosis yang lebih tinggi, kratom digunakan sebagai obat penenang, menumpulkan emosi dan sensasi, serta memberikan efek euforia.

Bahan aktif utama kratom adalah alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Menurut bukti penelitian, alkaloid memberikan efek analgesik atau menghilangkan rasa sakit, anti-inflamasi, dan relaksasi otot. Oleh karenanya kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia. 

Sementara itu, di tengah kontroversial kratom untuk penggunaan medis, dibutuhkan penelitian klinis lebih mendalam. Penelitian dapat membantu mengidentifikasi efek berbahaya dan interaksi kratom dengan obat lain. Selain itu, penelitian juga dapat menentukan jumlah dosis yang efektif dan tidak berbahaya.

Di sisi lain, penggunaan kratom secara teratur dapat menyebabkan kecanduan, anoreksia, dan insomnia. Ada pula efek samping seperti mual, berkeringat, tremor, ketidakmampuan untuk tidur, dan halusinasi. Kratom juga dapat menyebabkan interaksi yang berpotensi mematikan dengan obat lain, atau bahkan obat-obatan.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0