Happy Hypoxia: Gejala Mematikan yang Tak Disadari Pasien Covid-19

Pasien tak sadar jika kehabisan oksigen
Mochammad Rizki - Health,Rabu, 26-08-2020 22:03 WIB
Happy Hypoxia: Gejala Mematikan yang Tak Disadari Pasien Covid-19
Pasien Covid-19 dalam perawatan. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Tiga pasien Covid-19 RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meninggal dunia usai mengalami happy hypoxia.

Happy hypoxia atau silent hypoxia, ialah gejala terpapar virus corona (Covid-19) yang tak biasa.

Hypoxia atau hypoxemia sendiri adalah kondisi dimana kadar oksigen dalam tubuh drop jauh di bawah 90 persen. Kondisi ini berbahaya, karena mengancam keselamatan jiwa. 

Baca juga: Rupanya China Sudah Pakai Vaksin Corona Sejak Juli 

Happy hypoxia terjadi kala pasien masih bernapas normal. Bahkan tak ada gejala yang nampak jika kadar oksigen yang didistribusikan dalam tubuhnya menipis, seperti sesak napas, napas yang memburu serta dangkal, atau pertanda yang lain.

Para pasiennya seringkali tak sadar jika tubuhnya kehabisan oksigen. Yang paling mengerikan, di kala pasien mulut dan hidung tersebut seharusnya megap-megap mencari oksigen, mereka justru terlihat nyaman serta normal.

"Anda bisa saja memiliki gejala serius dari Covid-19 dan tak mengetahuinya sampai Anda datang ke rumah sakit," ujar Direktur Kementerian Kesehatan Kenya, Patrick Amoth.

Normalnya, saturasi oksigen pada darah  sekitar 95-100 persen. Fungsi saturasi ini membuat sel darah merah atau hemoglobin, mampu mengikat oksigen dengan baik, lalu menyebarkan ke seluruh sel di jaringan tubuh.

Tapi, ketika mengalami hypoxia maka saturasi oksigen mengalami penurunan di bawah tingkat normal.

"Tapi dalam beberapa kejadian, pasien masih nyaman dan bahkan bisa berponsel saat dimana dokter seharusnya sudah harus menyusupkan ventilator mekanis kepadanya," tutur Martin J Tobin, ketua tim sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Ahli peyakit paru Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, Amerika Serikat itu, meneliti 16 pasien Covid-19 yang memiliki kadar oksigen dalam darahnya sangat rendah, sampai 50 persen.

Ia dan rekan meneliti bagaimana otak merespons kadar oksigen yang drop tersebut, sampai pasien tak merasakan atau terlambat merasakannya.

"Mungkin saja virus corona mempengaruhi fungsi tubuh yang bisa merasakan kadar rendah oksigen," tandasnya. (Medical Express/Daily Nation)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0