Vaksin Covid-19 Sinovac Picu Respon Imun Cepat

Sinovac Saat Ini Menjalankan Tiga Uji Coba Tahap III di Indonesia, Brasil, dan Turki.
Adiantoro - Health,Rabu, 18-11-2020 13:10 WIB
Vaksin Covid-19 Sinovac Picu Respon Imun Cepat
Ilustrasi. (rctiplus)

Jakarta, Nusantaratv.com - Vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech, CoronaVac, memicu respons kekebalan yang cepat.

Namun, tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah pada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut. Hal itu berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dirilis Rabu (18/11/2020).

Sementara uji coba tahap awal hingga pertengahan tidak dirancang untuk menilai kemanjuran CoronaVac, para peneliti mengatakan hal itu dapat memberikan perlindungan yang cukup, berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain dan data dari studi praklinis dengan kera.

Dilansir dari Reuters, rabu (18/11/2020), temuan Sinovac, yang diterbitkan dalam makalah di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berasal dari hasil uji klinis Fase I dan Fase II di China yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

Penemuan kami menunjukkan jika CoronaVac mampu memicu respons antibodi yang cepat dalam empat pekan setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari - kata salah satu penulis makalah, Zhu Fengcai.

Kami yakin ini membuat vaksin cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi - lanjut kata Zhu dalam pernyataan yang diterbitkan di samping surat kabar itu.

Para peneliti mengatakan temuan dari studi besar tahap akhir, atau uji coba Fase III, akan sangat penting untuk menentukan apakah respons kekebalan yang dihasilkan CoronaVac cukup untuk melindungi orang dari infeksi virus corona.

Sinovac saat ini menjalankan tiga uji coba Tahap III di Indonesia, Brasil, dan Turki. Hasilnya harus diinterpretasikan dengan hati-hati sampai hasil Tahap III dipublikasikan, kata Naor Bar-Zeev, seorang profesor dari Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Tapi meski begitu, setelah uji coba Tahap III dan setelah perizinan, kita harus tetap berhati-hati - imbuhnya.

Studi ini menyusul kabar menggembirakan dari pembuat obat asal Amerika Serikat (AS) Pfizer dan Moderna serta Rusia yang menunjukkan vaksin eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif guna mencegah Covid-19 berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir.

CoronaVac adalah satu dari tiga vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan di China saat ini sedang menjalani uji coba tahap akhir guna menentukan keefektifannya dalam mencegah Covid-19.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0