Sering Lupa atau Tidak Bisa Menahan Kencing, Hati-hati Itu Tanda-tanda Demensia!

Demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan neurologis progresif.
Supriyanto - Health,Jumat, 18-09-2020 17:16 WIB
Sering Lupa atau Tidak Bisa Menahan Kencing, Hati-hati Itu Tanda-tanda Demensia!
Sulit menahan pipis salah satu gejala demensia?/kumparan.com

Nusantaratv.com - Demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan neurologis progresif. Sebagian besar memengaruhi orang di atas usia 65 tahun, tetapi kondisi ini bukan disebabkan oleh penuaan.

Dementia sering disalahartikan sebagai penyakit pikun. Namun sebenarnya, demensia bukanlah penyakit melainkan gejala suatu penyakit. Gangguan ini ditandai dengan penurunan daya ingat atau kondisi di mana seseorang kesulitan untuk mengingat sesuatu dari memorinya.

Kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya.

Salah satu gejala utama demensia adalah kehilangan ingatan, tetapi gejalanya bisa muncul di berbagai bagian tubuh.

Baca Juga: Mengenal ‘Suduken’, Rasa Sakit Menusuk di Perut Saat Berlari

Dilansir dari Express, demensia merusak sel-sel saraf di otak yang mengirimkan sinyal ke berbagai bagian tubuh. Salah satu contoh gangguan sinyal ini bisa dilihat dari seringnya buang air.

Inkontinensia yang disebut kebocoran urine atau feses tak disengaja adalah tanda peringatan demensia.

Buang air kecil adalah proses alami yang terjadi dalam tubuh manusia. Normalnya, seseorang akan memiliki kontrol kapan akan buang air kecil. Ketika seseorang tidak bisa menahan buang air kecil, hal ini dianggap sebagai suatu abnormalitas yang dalam bahasa medis disebut dengan inkontinensia. 

Menurut Alzheimer’s Society (AS), inkontinensia urine biasanya berupa kebocoran kecil urine sesekali, yang menetes setelah buang air kecil atau kehilangan total kontrol kandung kemih.

Ilustrasi demensia (blog.insanmedika.co.id)

Ada beberapa jenis inkontinensia urine, salah satu bentuk paling umum yang berkaitan dengan demensia adalah kandung kemih yang terlalu aktif.

Kondisi ini membuat seseorang tidak sanggup untuk menahan atau pergi ke toilet. Sehingga mereka sering buang air kecil sembarangan.

Wanita juga memiliki risiko tertentu dari berbagai jenis inkontinensia urine yang disebut inkontinensia stres. Kondisi ini terjadi ketika batuk, bersin atau tertawa yang menyebabkan seseorang buang air kecil sedikit dan mendadak.

Menurut NHS, orang dengan demensia bisa menjadi apatis atau tidak tertarik pada kegiatan yang biasa mereka lakukan. Mereka juga mungkin memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya.

“Seseorang dengan demensia dapat kehilangan empati (pengertian dan kasih sayang), mereka mungkin melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata atau halusinasi,” jelas NHS.

Sumber: suara.com

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0