Mengenal Sinusitis

Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus.
Supriyanto - Health,Senin, 21-09-2020 10:35 WIB
Mengenal Sinusitis
(ilustrasi) Sinusitis./klikdokter.com

Nusantaratv.com - Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinus terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata.

Sinus menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan bakteri atau partikel lain dalam udara yang dihirup. Selain itu, sinus juga berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru.

Pengelompokan sinusitis sendiri berdasarkan durasi gejala. Selain itu, sinusitis yang berdasarkan penyebabnya yang tersering dan paling umum, yaitu akibat bakteri dan virus. Jika sinusitis disebabkan oleh virus, sinusitis akan menjadi penyakit yang menular.

Baca Juga: 10 Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah


Faktor Risiko Sinusitis
Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat terkena sinusitis, antara lain:

  • Adanya kelainan struktur atau bentuk dari saluran hidung, seperti polip hidung atau penyimpangan septum hidung.
  • Masalah pernapasan yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap obat-obatan jenis tertentu.
  • Pengidap asma, orang yang mengidap asma rentan untuk terkena sinusitis kronis.
  • Terpapar asap rokok secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang.
  • Gejala alergi yang muncul bagi sebagian orang.

Penyebab Sinusitis
Kondisi yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi:

  • Flu (common cold).
  • Rhinitis alergi.
  • Polip hidung.
  • Septum deviasi (bengkoknya tulang hidung).
  • Gejala yang disebabkan oleh alergi bagi sebagian orang.

Gejala Sinusitis

Gejala sinusitis akut meliputi:

  • Nyeri wajah yang memburuk saat menunduk.
  • Cairan kental kuning kehijauan dari hidung atau belakang tenggorokan.
  • Hidung mampet menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Tekanan pada telinga.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Kelelahan.
  • Demam.

Sementara itu, beberapa gejala sinusitis kronis meliputi:

  • Cairan kental kuning kehijauan dari hidung dan belakang tenggorokan.
  • Hidung mampet.
  • Nyeri wajah.
  • Kesulitan menghirup.
  • Nyeri telinga.
  • Nyeri pada rahang atas dan gigi.
  • Batuk.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Napas tak sedap.
  • Kelelahan.
  • Mual.

Diagnosis Sinusitis

Dokter akan memeriksa nyeri pada hidung dan wajah serta memeriksa ke dalam hidung. Selain itu, metode lain untuk melakukan diagnosis terhadap sinusitis bisa juga dilakukan dengan berbagai hal berikut ini:

Endoskopi Hidung
Sebuah tabung tipis dan fleksibel (endoskopi) dengan cahaya serat optik yang dimasukkan melalui hidung untuk melihat struktur dan kondisi dalam hidung.

Studi Pencitraan
Penggunaan MRI atau CT scan bisa menunjukan struktur sinus dan area hidung secara detail. Meskipun tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut tanpa komplikasi, tetapi studi pencitraan membantu mengidentifikasi kelainan atau komplikasi yang dicurigai.

Baca Juga: 5 Bahan Alami yang Ampuh Lawan Bersin

Kultur Hidung dan Sinus
Tes laboratorium umumnya tidak diperlukan untuk mendiagnosis sinusitis akut. Namun, ketika kondisi tidak merespons terhadap pengobatan atau malah memburuk, kultur jaringan membantu menentukan penyebabnya, seperti infeksi bakteri.

Tes Alergi
Jika pemicu munculnya sinusitis akut dicurigai karena alergi, dokter akan merekomendasikan tes kulit alergi. Tes kulit aman dan cepat serta membantu untuk menentukan alergen yang bertanggung jawab untuk flare-up hidung.

Pengobatan Sinusitis


Pengobatan meliputi semprotan salin ke rongga hidung untuk membersihkan ruang hidung, kortikosteroid nasal untuk meredakan peradangan, dekongestan untuk meringankan hidung mampet, dan antinyeri untuk meringankan rasa sakit pada wajah atau kepala. Jika sinusitis bersifat berat, persisten, dan juga progresif, diperlukan antibiotik sebagai tindak pengobatan yang harus dilakukan. Sinusitis bakterial yang ringan dapat sembuh tanpa antibiotik.

Tatalaksana non-medikamentosa meliputi istirahat, konsumsi cairan yang banyak, melembapkan rongga hidung dengan cara menaruh handuk hangat ke wajah atau menghirup uap panas, dan tidur dengan beberapa bantal, sehingga kepala lebih tinggi dari tubuh dengan tujuan mempermudah pengosongan sinus.
 

Pencegahan Sinusitis

Pencegahan cenderung sama dengan tatalaksana non-medikamentosa. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari terjangkitnya infeksi saluran nafas karena dapat memicu terjadinya sinusitis.

Kapan Harus ke Dokter?
Ketika kamu sudah merasa sulit bernapas dan ada yang bermasalah dengan hidung, silahkan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sumber: halodoc.com

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0