Makan Telur Bisa Kena Diabetes, Wanita Paling Berisiko

Penelitian Baru Fokus Pada Mengonsumsi Telur Dalam Jangka Panjang dan Peran Potensialnya Dalam Perkembangan Diabetes.
Adiantoro - Health,Selasa, 17-11-2020 16:40 WIB
Makan Telur Bisa Kena Diabetes, Wanita Paling Berisiko
Ilustrasi. (Majalah Peluang)

Jakarta, Nusantaratv.com - Terdapat banyak penelitian yang mengevaluasi manfaat kesehatan akibat dari mengonsumsi telur. Kendati ada perdebatan terkait hal ini, namun secara umum makan telur dianggap tidak membahayakan kesehatan.

Tapi, makan terlalu banyak mungkin tidak baik juga bagi kesehatan. Mengutip Slashgear, Selasa (17/11/2020), penelitian terbaru seakan mempertegas hal ini.

Berdasarkan temuan para ilmuwan, mengonsumsi telur berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes. Penelitian baru itu dilakukan the University of South Australia bekerja sama dengan Qatar University dan China Medical University.

Mereka menemukan jika makan satu butir telur per hari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2 secara substansial. Penelitian ini berlangsung mulai dari 1991 hingga 2009 dan fokus pada warga China berusia dewasa.

China menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang terus bertambah. Selama beberapa tahun ini, ada laporan yang menyebutkan jumlah penderita diabetes tipe 2 naik. Selain itu, selama ini, pola makan tradisional di China juga berubah. Termasuk di antaranya adalah mengonsumsi telur dan cemilan berkalori tinggi yang bertambah.

Penelitian baru ini fokus pada mengonsumsi telur dalam jangka panjang dan peran potensialnya dalam perkembangan diabetes. Hasilnya menemukan hubungan antara keduanya. Dimana orang dewasa yang kerap makan telur (lebih dari satu telur) per hari menghadapi peningkatan risiko terkena diabetes hingga 60 persen.

Selain itu, jika mengonsumsi lebih dari 38 gram telur per hari dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 25 persen. Penelitian juga menekankan jika wanita menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan pria.

Kendati demkian, para peneliti mengungkap jika diperlukan penelitian tambahan guna memahami peran telur dalam pengembangan diabetes tipe 2.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0