Ahli Gizi Sebut, Gula Redah Kalori Justru Berpotensi Penyakit Jantung

Gula rendah kalori ternyata meningkatkan nafsu makan dan mengganggu pencernaan.
Supriyanto - Health,Jumat, 30-10-2020 14:25 WIB
Ahli Gizi Sebut, Gula Redah Kalori Justru Berpotensi Penyakit Jantung
Para ahli menyebut mengonsumsi gula rendah kalori juga berpotensi terkena penyakit jantung.

Nusantaratv.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang-orang yang sering mengonsumsi minuman dengan gula rendah kalori, memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology. Dalam riset ini, para peneliti melihat data asupan makanan, aktivitas fisik, dan status kesehatan dari 104.760 peserta.

Selama ini gula rendah kalori dijadikan second liner bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Beberapa jenis gula rendah kalori tersebut seperti, stevia, tagatose, sucralose, aspartam, acesulfame potassium, sakarin, dan neotame.

Dari penelitian itu, para ilmuwan memperoleh kesimpulan bahwa tidak hanya responden yang mengonsumsi minuman manis saja yang memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskuler. Para penggemar gula rendah kalori yang mengandung zat seperti aspartam, stevia, dan sucralose, juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskuler.

Baca Juga: Enam Buah Ini Efektif Bersihkan Paru-paru

“Studi kami menunjukkan, minuman yang dimaniskan secara artifisial mungkin bukan pengganti yang sehat untuk minuman manis,” kata pemimpin peneliti di University of Paris North, Eloi Chazelas.

“Data ini dapat memberikan argumen tambahan untuk mengatur pelabelan dan regulasi minuman manis baik yang menggunakan gula biasa ataupun gula rendah kalori,” katanya.

Chazelas menegaskan, dalam jumlah sedang, gula rendah kalori dapat dikonsumsi oleh mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau pun penderita diabetes, tapi perlu dicatat, bahwa penggunaan gula rendah kalori ini tetap memiliki risiko.

Laporan terakhir di laman Insider, ada beberapa bukti menunjukkan bahwa gula rendah kalori ternyata meningkatkan nafsu makan dan mengganggu pencernaan.

Kemudian, produk ini pun ternyata mendorong keinginan yang lebih kuat untuk mengonsumsi makanan manis.

Jadi, meski minuman manis rendah kalori banyak digemari untuk menurunkan berat badan atau mengelola diabetes, produk ini bukan pengganti yang ideal.

Oleh karena itu, para ahli gizi menyarankan agar lebih baik kita banyak mengonsumsi air putih atau minuman lain tanpa gula sama sekali.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0