160 Juta Penduduk Indonesia Akan Divaksin Untuk Dapatkan Herd Immunity

Pemerintah harus menyediakan 320 juta dosis vaksin Covid-19 untuk mengupayakan kekebalan kelompok.
Ramses Rianto Manurung - Health,Senin, 19-10-2020 18:20 WIB
160 Juta Penduduk Indonesia Akan Divaksin Untuk Dapatkan Herd Immunity
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto

Jakarta, Nusantaratv.com-Sebanyak 160 juta penduduk Indonesia akan divaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap virus corona. 

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, Senin (19/10/2020).

"Kalau menginginkan kekebalan komunitas, herd immunity, maka vaksinasi tidak perlu 100 persen, cukup di kisaran 70 persen sudah bisa mencapai kekebalan kelompok," papar Achmad Yurianto.

Dengan sasaran vaksinasi pada kisaran 70 persen penduduk, ada sekitar 160 juta orang yang harus mendapatkan vaksin Covid-19. Apabila setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin, maka pemerintah harus menyediakan 320 juta dosis vaksin Covid-19 untuk mengupayakan kekebalan kelompok.

Achmad Yurianto menerangkan, vaksinasi akan dilakukan pada penduduk dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun, karena berdasarkan hasil uji klinis fase tiga yang dilakukan oleh produsen vaksin Sinofac, Sinofarm, Cansino, dan Astra Zenneca vaksinasi Covid-19 pada penduduk berusia 18 sampai 59 tahun terbukti aman dan bermanfaat.

Pemerintah memesan vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi Sinovac, Sinofarm, dan Cansino dari China serta Astra Zenneca dari Inggris untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Ia menambahkan, vaksinasi juga hanya akan dilakukan pada penduduk yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Baca juga: Bio Farma Siap Produksi Vaksin Covid-19

Pemerintah berencana melakukan vaksinasi Covid-19 pertama pada akhir November terhadap 9,1 juta orang dengan menggunakan vaksin dari Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

Achmad pun menjelaskan, kelompok pertama yang akan divaksinasi adalah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 dan tenaga laboratorium yang terlibat langsung dalam pemeriksaan spesimen.

Kelompok kedua yang menjadi target vaksinasi, ia melanjutkan, adalah petugas yang bekerja di fasilitas pelayanan publik seperti di bandara, stasiun, dan puskesmas serta aparat TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja yang menjalankan tugas penegakan protokol kesehatan.

Di samping mengadakan vaksin melalui pembelian dari beberapa perusahaan di luar negeri, pemerintah Indonesia berusaha mencapai kemandirian dalam pengadaan vaksin Covid-19 dengan mengembangkan Vaksin Merah Putih, yang ditargetkan selesai diteliti pada kuartal empat 2021 dan bisa diproduksi pada 2022.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0