Menkes Bakal Evaluasi Layanan BPJS Kesehatan

Menkes Akan Melakukan Koordinasi dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Menkes Bakal Evaluasi Layanan BPJS Kesehatan
Menkes dr. Terawan Agus Putranto. (Jay/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan bakal melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Langkah itu dilakukan guna menindaklanjuti arahan dalam rapat kabinet, dimana banyak pelayanan berlebihan yang tidak sesuai dengan literatur. 

Ya contoh pelayanan jantung sampai Rp10,5 triliun lho tagihannya. Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang mengatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan itu tidak lebih, tidak efisien dibandingkan stent, operasi, dan sebagainya - ujar Menkes, dilansir laman Setkab, Jumat (22/11/2019). 

Kalau itu bisa diperbaiki yang over itu sehingga betul-betul kalau mau nyetent ya nyetent yang sesuai diagnosanya, kalau mau operasi ya operasi sesuai diagnosanya. 

Itu bisa menurunkan mungkin 50 persen, bayangin banyak lho Rp10 triliun itu. Kalau bisa turun separuh saja itu sudah membuat kita berdua bahagia, Rp5 triliun dihemat - lanjut Menkes. 

Menkes juga melihat apa indikasi-indikasi seksio dan ternyata mengalami peningkatan luar biasa, hingga Rp5 triliun lebih, dengan perbandingannya mencapai 45 persen.

Baca Juga: Jokowi Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Terus Dibenahi 

Hal itu menunjukan kita tidak dalam grade yang baik. Nah itulah yang saya maksud berlebihan dan ternyata tidak menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi atau anak secara nasional, kan percuma duit dikeluarkan - imbuhnya. 

Untuk itu, lanjut Menkes, harus ada upaya preventif, promotif, dan edukasi pada masyarakat. Dan, menyiapkan sarana-sarana sehingga yang memiliki potensi untuk terjadi kematian bisa diturunkan. 

Kalau ada nanti kita akan pilah-pilah bersama Direktur Utama BPJS, mana yang masih di bawah standar kita coba naikkan - tambah Menkes. 

Dia juga mengingatkan bahwa penduduk bukan hanya di Jakarta. Mereka ada di Asmat, Pulau Rote, hingga Sabang.

Itu yang harus dilihat apakah perlu di sana itu didirikan pusat-pusat kesehatan lagi atau bagaimana, atau sistem rujukan, atau sistem telemedicine, atau bahkan menggunakan alat-alat canggih seperti drone dan sebagainya.

Ya nanti kita lihat, kita evaluasi bersama, dan yang paling penting adalah rakyat terlayani kesehatannya sesuai standar kesehatan yang sesuai dengan undang-undang - tukas Menkes.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0