Jokowi: BPJS Kesehatan Defisit Karena Salah Kelola

Solusinya kata Jokowi yaitu menaikkan iuran
Jokowi: BPJS Kesehatan Defisit Karena Salah Kelola
Presiden Jokowi

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut defisit BPJS Kesehatan yang semakin membengkak disebabkan karena salah pengelolaan. Ia menilai perlu perbaikan tata kelola di internal BPJS Kesehatan.

Baca juga: Komisi IX Minta Iuran BPJS Kesehatan Kategori PBU-PB Tak Naik 

Diketahui, berdasarkan catatan BPJS Kesehatan, angka defisit berpotensi menyentuh angka Rp 32 triliun sampai akhir 2019.

"Sekali lagi kita kan sudah membayari yang 96 juta (jiwa). Total dibayar oleh APBN tapi di BPJS terjadi defisit itu karena salah kelola aja. Yang harusnya bayar pada nggak bayar. Artinya penagihan harus diintensifkan," ujar Jokowi usai meninjau pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Dr Abdul Moeloek, Lampung, Jumat (15/11/2019). 

Jokowi mengatakan, satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi defisit yakni dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. 

Melalui Perpres nomor 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan, pemerintah akan menaikkan iuran menjadi Rp 42.000 per bulan untuk kelas III, sebesar Rp 110.000 per bulan untuk kelas II, dan sebesar Rp 160.000 per bulan untuk kelas I. 

"Ya kalau ini nggak dilakukan ya terjadi defisit. Defisit kan mau enggak mau iurannya harus dinaikkan, gitu," jelas mantan Wali Kota Solo. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0