Ini Alasan IDI Tak Ikut Sumbang BPJS Seperti Menkes

Menurut Daeng lebih baik mendesak pemerintah mencairkan dana BPJS Kesehatan
Ini Alasan IDI Tak Ikut Sumbang BPJS Seperti Menkes
Ketua IDI Daeng M Faqih. (Detik.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyumbangkan gaji dan tunjangan kinerja (tukin) kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menilai, perlu diketahui tujuan pemberian sumbangan oleh mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto.

Baca juga: Menkes Terawan Naik Pangkat Jadi Letjen 

Apabila sumbangan tersebut dari orang per orang, maka tindakan tersebut dianggap seperti menggarami laut dalam menghadapi defisit BPJS Kesehatan.

"Saya berkeyakinan yang disampaikan Pak Menkes adalah simbol BPJS Kesehatan harus segera dibantu karena mengalami defisit. BPJS Kesehatan gagal bayar ke rumah sakit jika tidak segera ditolong maka RS berisiko kolaps, akibatnya layanan menjadi tidak tersedia," ujar Daeng, Minggu (27/10/2019). 

IDI mengapresiasi dan setuju tindakan Terawan sebagai simbol BPJS Kesehatan perlu segera dibantu. Tapi, pemberian sumbangan diragukan bisa mengatasi defisit BPJS Kesehatan. Menutup defisit, kata dia hanya bisa dilakukan dengan meminta pemerintah segera mencairkan dana untuk membayar rumah sakit.

Karena hanya simbol, IDI menurut Daeng tak akan ikut menyumbang untuk BPJS Kesehatan. 

"Enggak substansi kalau menurut saya. Yang substansi, menurut saya, mengadvokasi pemerintah segera menutup defisit. Nyumbang atau tidak nggak terpengaruh banyak pada BPJS Kesehatan. Artinya yang harus dinilai bukan apa yang kita lakukan tapi manfaat tindakan," jelasnya. 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0