Ilmuwan Temukan Penyebab Ereksi Dapat Bertahan Lama

Setiap pria menginginkan dapat mengalami ereksi secara normal dan lama.
Ilmuwan Temukan Penyebab Ereksi Dapat Bertahan Lama
Disfungsi ereksi banyak dialami oleh para pria./podiumpublik.co.id

Nusantaratv.com - Penyebab terjadinya ereksi pada penis pria telah lama diketahui oleh para ilmuwan. Sayangnya, peneliti belum dapat menemukan senyawa apa yang membuat ereksi dapat bertahan lama. Setelah dilakukan penelitian selama 20 tahun, barulah para peneliti berhasil membongkar reaksi biokimia dalam proses tersebut.

“Kami tahu bahwa pelepasan oksida nitrat, sebuah neurotransmitter yang diproduksi dalam jaringan saraf, dapat memicu ereksi dengan cara membuat darah mengisi penis. Dalam penelitian ini, kami ingin memahami apa yang terjadi berikutnya agar ereksi dapat terus dipertahankan,” kata Arthur Burnett, MD, profesor urologi di Johns Hopkins Medicine seperti dilansir Medical Xpress.

Lewat penelitian terhadap tikus, Burnett dan rekan-rekannya menemukan adanya reaksi pada saraf penis yang memicu gelombang oksida nitrat untuk menjaga penis tetap ereksi. Ternyata impuls saraf dari otak serta rangsangan fisik yang diterima dipertahankan oleh bahan kimia yang dihasilkan setelah pengeluaran oksida nitrat.

“Mekanisme biologis yang mendasari ereksi pada tikus pengerat sama seperti yang terjadi pada manusia,” kata Burnett.

Setelah oksida nitrat dikeluarkan, suatu proses biokimia yang disebut fosforilasi terjadi untuk melanjutkan proses pengeluaran ini dan mempertahankan ereksi. Sebuah penelitian menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa oksida nitrat diproduksi dalam jaringan penis.

“Sekarang, 20 tahun kemudian, kita tahu bahwa oksida nitrat bukan hanya muncul di sini atau di sana saja, tapi juga memulai sistem siklik yang terus menghasilkan gelombang neurotransmitter dari saraf penis,” kata Burnett.

Dengan informasi ini, ilmuwan dapat mengembangkan pendekatan medis baru untuk membantu pria yang mengalami gangguan ereksi akibat faktor-faktor seperti diabetes, penyakit pembuluh darah dan kerusakan saraf.

Temuan yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) ini diharapkan dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi. Pendekatan baru akan dapat digunakan secara efektif dibanding memakai obat-obatan yang telah ada saat ini untuk mengobati disfungsi ereksi.

Salah satu terapi yang akan dikembangkan adalah menggunakan forskolin, senyawa herbal yang telah digunakan untuk merilekskan otot dan memperlebar pembuluh jantung. Peneliti menemukan bahwa forskolin juga dapat sampai ke saraf dan dapat membantu menjaga oksida nitrat tetap mengalir untuk mempertahankan ereksi.

“Penelitian selama 20 tahun telah menjadi perjalanan panjang untuk menyelesaikan pemahaman tentang proses ini. Sekarang kami telah dapat mengembangkan terapi untuk meningkatkan atau memfasilitasi proses tersebut,” kata Burnett.(health.detik.com)



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0