Hari Ini Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Istana Gelar Mediasi dengan Paspampres

Informasi Ini Didapat Dari Salah Satu Pengendara Motor Gede Juniar William.

Pengendara moge ditendang Paspampres. (Istimewa)

Nusantaratv.com - Para pengendara motor gede (moge) yang melakukan kegiatan sunday morning ride (Sunmori) hingga menerobos kawasan ring I Istana Kepresidenan di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat (Jakpus), akan melakukan mediasi dengan pihak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), pada Senin (1/3/2021).

Informasi itu didapat dari salah satu pengendara moge Juniar William. Pihaknya, kata dia, telah berkoordinasi untuk menggelar mediasi dengan pihak Paspampres dan disambut dengan baik.

"Saya dan teman-teman akan melakukan klarifikasi di mako Paspampres hari Senin tanggal 1 Maret 2021. Terima kasih atas perhatian," ujarnya di akun Instagram @juniarwilliam17, sebagaimana dikutip Nusantaratv.com, Senin (1/3/2021).

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan memanggil dan memeriksa para pengendara moge pada Senin (1/3/2021).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan surat undangan untuk melakukan klarifikasi telah dilayangkan dan pengendara moge tersebut telah mengonfirmasi bakal memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Mereka menyanggupi hadir di kantor Subdit Gakkum hari Senin (1/3/2021)," kata Fahri kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Dikatakan Fahri, pemeriksaan ini hanya untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pengendara moge tersebut. Selain itu, adanya kemungkinan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan para pengendara moge.

"Kalau dilihat dari medsos itu kan ada dugaan pelanggaran lalin. Jadi kita mengklarifikasi termasuk juga nanti kalau ada pelanggaran prokes," jelas Fahri.

Sebelumnya, dalam sebuah video terlihat anggota Paspampres menendang sejumlah pengendara motor gede saat Sunmori di kawasan lingkaran I Istana Kepresidenan Jakarta, tempat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berkantor.

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan isi video yang viral tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan anggotanya adalah sebagai bentuk kewaspadaan dan telah sesuai aturan.

Dikatakannya, kalau hanya sekadar ditendang dan tidak dipukul adalah tindakan yang paling ringan. "Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam," ungkap Wisnu, Jumat (26/2/2021).

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK