Giat Berkebun Cabai,  Bupati Konawe Utara Ruksamin Terancam Kaya

Dalam seminggu Ruksamin bisa meraih Rp100 juta dari hasil panen cabai merah keriting

Bupati Konawe Utara Ruksamin di kebun cabai/ist

Konawe Utara, Nusantara TV-Pandemi covid-19 tak menyurutkan semangat Bupati Kabupaten Konawe Utara, H Ruksamin untuk membangun dan mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya. Ini sejalan dengan visi-misi Ruksamin dengan pasangannya Wakil Bupati Abu Haera yang berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Konawe Utara pada Pilkada Serentak 2020. 

Sejak dilantik pada 26 April 2021 lalu, Ruksamin langsung bergerak memajukan perekonomian Kabupaten Konawe Utara yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bidang pertanian yang merupakan salah satu skala prioritas dalam masa kepemimpinannya tak luput dari perhatian Ruksamin. 

Pertanian di Kabupaten Konawe Utara kini menjadi primadona dan memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Konawe Utara. Salah satu tanaman yang sangat diminati para petani Konawe Utara adalah cabai merah keriting dan cabai rawit yang dalam beberapa bulan terakhir harganya terus melambung di berbagai wilayah di Tanah Air.

Lahan yang subur dan pengelolaan yang baik membuat tanaman cabai merah keriting dan cabai rawit tumbuh subur di Konawe Utara. Tingginya harga cabai keriting bahkan membuat para petani di Kabupaten Konawe terancam kaya. 

Untuk memotivasi warganya secara khusus dan para petani di seluruh Tanah Air, Bupati Konawe Utara Ruksamin membagikan pengalamannya dalam mengembangkan cabai merah keriting dan cabai rawit dalam tayangan video di media sosial Youtube. Dalam video berdurasi 7 menit 47 detik tersebut, Ruksamin memaparkan hasil yang telah diraih dari berkebun cabai merah keriting dan cabai rawit serta kiat-kita untuk melindungi tanaman dari hama tanpa harus meracuni tanaman itu sendiri. 

Dalam video tampak Bupati Konawe Utara Ruksamin tengah memanen cabai merah keriting di kebun yang berada di wilayah pegunungan Awila.

"Pagi ini bulan suci Ramadhan kita dapat berkah, kita mulai panen cabai yang saya tanam di kebun Awila. Kebun ini dikelola 
oleh Kelompok Taruna Tani Konasara," ujar Ruksamin yang mengenakan topi dan sepatu bot.

Ruksamin menuturkan di lahan seluas seperempat hektar tersebut ditanam sekitar 2.500 pohon cabai merah keriting dan cabai rawit. Kebun tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomi yang cukup fantastis. 

"Kalau kita rata-ratakan dari setiap pohon kita panen setengah kilogram dalam seminggu. Jika dikalikan 2.500 pohon maka hasilnya bisa mencapai 1,25 ton. Artinya, dalam seminggu bisa meraih hasil penjualan kurang lebih Rp100 juta per minggu," paparnya.

Baca juga: Busyet! Harga Cabai di Probolinggo Sampai Rp150 Ribu/Kg

"Kalau 4 minggu bisa mencapai Rp400 juta. Terancam kaya kita," imbuhnya.

Tak hanya berbagi soal potensi ekonomi dari berkebun cabai rawit merah dan cabai rawit, Ruksamin juga berbagi soal kita mengatasi gangguan hama dengan cara yang unik. 

"Yang ingin saya sampaikan,  salah satu resep kita untuk bagaimana untuk meningkatkan produksinya. Lihat di sini ada tanaman bungan. Tanaman bunga ini bukan hanya sekadar untuk memperindah tapi ini adalah salah satu cara kita untuk mengalihkan perhatian hama yang bisa merusak tanaman cabai merah keriting dan cabai rawit," bebernya.

"Salah satu hama yang sangat menganggu adalah lalat buah. 
Kalau sampai tanaman cabai merah keriting dan cabai rawit dimakan hama lalat buah, cabai tak bisa lagi dijual. Nah, kalau satu pohon satu saja, luar biasa kerugian kita.  Alhamdulillah dengan bunga ini bukan hanya lalatnya yang lari 
tapi kita terselamatkan dari pestisida.  Kita tidak perlu lagi menyemprot," tambahnya.

Selain tanaman bunga, kata Ruksamin, lampu juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah hama.

"Sama halnya kalau kita lihat sebelah sana ada lampu-lampu 
malam hari terlihat indah.  Itu bukan hanya sekadar memberikan cahaya yang kemudian keindahan akan nampak di sana.
Tetapi manfaat utamanya adalah untuk mengusir hama dengan cara yang alami dan arif tanpa harus meracuni kita punya tanaman," ujar Ruksamin.

Menariknya, tidak sedikit ibu-ibu yang terpesona melihat tanaman bunga yang berada di kebun cabai tersebut. Mereka menikmati keindahah bunga-bunga di situ untuk ber-selfiria. 

"Alhamdulillah di bulan suci Ramadhan banyak teman-teman yang datang. Ibu-ibu pasti senang melihat dan merasakan apalagi kalau panen sangat luar biasa.  Yang jelasnya terancam kaya kita," pungkasnya dengan nada gembira.

Di ujung video, Ruksamin juga sempat memperlihatkan tanaman cabai rawit hijau di kebun tersebut.  

"Sebentar lagi ini sudah mulai matang. Kita punya cabai rawit kelihatan kecil-kecil tapi luar biasa. Insha  Allah, doakan semoga berkah dan luar biasa hasilnya," tutupnya.  

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, ketahanan pangan dan pertanian merupakan skala prioritas masa kepemimpinannya saat ini. tujuannya untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik dan berkualitas bantuan alat , pupuk dan lainnya juga telah disalurkan melalui instansi terkait ke kelompok tani yang tersebar di seluruh desa, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Konawe Utara. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK