Gangguan-gangguan THT yang Perlu Diwaspadai

Telinga, tenggorokan dan hidung merupakan organ penting untuk pendengaran, menelan makanan dan pernapasan.

Ilustrasi pemeriksaan telinga
Nusantaratv.com - Telinga, tenggorokan dan hidung merupakan organ penting untuk pendengaran, menelan makanan dan pernapasan. Jika terjadi masalah dengan ketiga organ ini sebaiknya langsung hubungi dokter. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter THT atau otolaringologis, akan membantu mengatasi masalah kesehatan di area telinga, hidung, dan tenggorokan.
 
Namun, kapan ya waktu yang tepat kita harus ke dokter THT, dan apa saja gangguan-gangguan yang sering dialami oleh ketiga organ tubuh ini.
 
Telinga, hidung, dan tenggorokan, merupakan organ tubuh yang saling berhubungan. Saat terjadi gangguan pada salah satunya, akan mempengaruhi bagian yang lain. Saat terjadi gangguan pada hidung misalnya,  hal ini akan berpengaruh pada telinga dan tenggorokan.
 
Berikut ini beberapa gangguan yang sering terjadi pada THT yang perlu diwaspadai dan segera mendapat perhatian.
 
1. Gangguan pendengaran: tuli atau telinga berdenging 
Memang tidak semua gangguan pada telinga langsung bisa menurunkan kemampuan pendengaran atau tuli. Kadang, kehilangan pendengaran terjadi hanya sementara (temporer), dan akan sembuh dengan sendirinya.

Namun kalau gangguan itu berlangsung lama, hal itu menjadi sebuah pertanda adanya kerusakan telinga dan harus segera periksa ke dokter THT.
 
Gangguan pendengaran kronis bisa disebabkan oleh:
  • Mendengar suara terlalu keras
  • Penumpukan kotoran di telinga
  • Faktor genetik
  • Faktor usia
  • Tumor atau kanker
Gangguan lainnya adalah telinga berdenging atau dalam bahasa medisnya disebut tinnitus. Gangguan seperti ini bisa terjadi pada segala usia dan bukan pertanda serius.
 
Namun sekali lagi, kalau berdengingnya berlangsung terus-menerus, hal ini menjadi pertanda awal adanya penyakit telinga yang lebih serius. Telinga berdenging dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi telinga di bagian dalam, tengah, dan luar oleh bakteri atau virus
  • Cedera pada telinga 
  • Gangguan keseimbangan atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Untuk mengetahui secara pasti penyebab gangguan telinga, dokter THT akan melakukan otoskopi, yaitu pemeriksaan untuk melihat bagian dalam telinga dengan alat otoskop.
 
2. Gangguan penciuman yang terus berulang 
 
Gangguan penciuman seperti hidung tersumbat, penumpukan ingus, hidung berair, hingga kehilangan penciuman yang terjadi secara berulang menandakan adanya masalah pada hidung Anda.
 
Masalah kesehatan pada hidung seringnya menyerang bagian rongga udara di sekitar dahi (sinus), kedua sisi batang hidung, dan area hidung di sekitar mata.
 
Gangguan pada hidung dapat merembet ke bagian lain, karena itu ketika ada masalah dengan organ penciuman, biasanya juga akan dirasakan nyeri di sekitar wajah, telinga, daerah gigi atas, dan kepala (pusing).
 
Saat terjadi gangguan penciuman dan rasa nyeri di sekitar hidung secara terus-menerus, sebaiknya segera periksakan ke dokter THT.

Menurut American Academy of Otolaryngology, penyaki yang umumnya menyebabkan gangguan pada penciuman kronis di antaranya adalah:
  • Infeksi sinus atau sinusitis
  • Alergi rinitis
  • Pergeseran septum nasal (bagian dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua)
  • Kerusakan saraf penciuman
  • Polip hidung
Pengobatan untuk gangguan pada hidung akan bergantung dengan kondisi penyebabnya. Namun, biasanya obat yang mengandung dekongestan seperti pesudoephedrine akan diberikan dokter untuk mengatasi hidung tersumbat.
 
3. Gangguan pernapasan, menelan, dan suara serak
 
Saat terjadi radang pada tenggorokan, kita akan mengalami rasa nyeri saat menelan makanan, terkadang dibarengi dengan suara serak dan sesak napas.
 
Biasanya radang tenggorokan tidak berlangsung lama, namun kalau hal itu terjadi lebih dari dua minggu dan dibarengi dengan sesak napas, atau suara serak, segeralah pergi ke dokter.

Berikut ini adalah penyakit yang dapat menyebabkan gangguan serius di tenggorokan:
 
  • Radang amandel (tonsilitis)
  • Difteri yaitu infeksi bakteri di tenggorokan
  • Radang pita suara (laringitis)
  • Kanker nasofaring
  • Polip pita suara
  • Abses peritonsil (amandel bernanah)
  • Obstruktif sleep apnea (gangguan tidur)
Bila terjadi gangguan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis THT, untuk mengetahui penyebabnya. Sebelum mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan laringoskopi atau tes usap dan analisis sampel di laboratorium jika dicurigai ada infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
 
Jika peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri, Anda harus menjalani pengobatan antibiotik dengan tuntas. Obat antibiotik yang diberikan biasanya adalah penicillin atau amoxicillin.
like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK