Tokoh Muda Papua: Pemerintah Harus Ubah Pendekatan Terhadap Orang Papua

Orang Papua beranggapan Indonesia bukanlah negara yang ramah dan toleransi terhadap Papua.
Tokoh Muda Papua: Pemerintah Harus Ubah Pendekatan Terhadap Orang Papua
Pemerintah harus ubah pendekatan terhadap orang Papua. (Dok. Humas UI)

Jakarta, Nusantaratv.com - Tokoh muda Papua, Natalia Yewen, mengatakan kesan pertama orang Papua terhadap Indonesia adalah kekerasan dan kekejaman militer.

Menurutnya, orang Papua beranggapan Indonesia bukanlah negara yang ramah dan toleransi terhadap Papua. Dia menilai sudah berpuluh-puluh tahun orang Papua masih di intervensi oleh Indonesia, tapi tidak pernah ada upaya yang serius dari pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan konflik di Papua, yang ada pemerintahan Indonesia menambah sesuatu di atas sesuatu.

"Budaya orang Papua berbeda, orang Papua tidak mengenal uang, orang Papua itu berkebun dan lain sebagainya, uang tidak ada guna untuk orang Papua. Papua mempunyai budaya yang sebenarnya pemerintah harus berusaha memahami," ujar Natalia. 

"Pemerintah selalu menekankan NKRI harga mati di Papua, akibatnya orang Papua mati," lanjutnya, dalam dialog publik di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI (Universitas Indonesia), Depok, Jawa Barat (Jabar), dilansir laman UI, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga: Soal Papua, Yenny Wahid Mau Pendekatan Militer Tak Dipakai

Pemerintah berusaha melakukan nasionalisasi Papua, sedangkan yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah menerima orang Papua secara utuh. Pemerintah harus pintar melihat ini karena Indonesia bukan hanya orang Melayu saja, tapi ada orang Papua juga.

Natalia menyarankan untuk persoalan Papua, pemerintah harusnya jangan meletakan rasa nasionalisme lebih tinggi di atas rasa kemanusiaan. Menurutnya, seharusnya persoalan di Surabaya menjadi pelajaran untuk pemerintah agar tidak selalu mengintimidasi orang Papua. 

"Pemerintah harus memberikan kepercayaan terhadap orang Papua dan mengubah pendekatan terhadap orang Papua," tukas Natalia.