Tingkatkan Kualitas Ibadah, Pemerintah Bakal Sempurnakan Pola Manasik Haji

Penyempurnaan pola manasik haji menjadi salah satu saran evaluasi PPIH Arab Saudi pada 1440H (2019) untuk perbaikan haji tahun 2020.
Tingkatkan Kualitas Ibadah, Pemerintah Bakal Sempurnakan Pola Manasik Haji
Pemerintah bakal sempurnakan pola manasik haji. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Demi meningkatkan kualitas ibadah jamaah haji Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) bakal menyempurnakan pola manasik haji. 

Nizar Ali, Penanggung Jawab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), mengatakan dalam rapat evaluasi PPIH, penyempurnaan pola manasik menjadi salah satu saran evaluasi PPIH Arab Saudi pada 1440H (2019) untuk perbaikan haji tahun 2020.

"Tahun depan adalah tahun bimbingan ibadah, maka sejak awal nanti pasca operasional haji ini kira-kira bulan depan akan kami umumkan nominatif jamaah haji tahun 2020, sehingga sejak awal sudah bisa dipetakan bimbingan manasik di tingkat Kecamatan," ujar Nizar, di Madinah, dilansir laman Kemenag, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Meski Kuota Besar, Ternyata Antrean Pergi Haji Indonesia Bukan yang Terlama di ASEAN

Adapun saran evaluasi PPIH pada 1440H (2019) terkait penyempurnaan pola manasik haji antara lain akan dilakukan sepanjang tahun, berbasis regu dan rombongan, intensifikasi manasik di KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan dengan menyesuaikan pola penyusunan kloter, penyempurnaan kurikulum manasik haji dan menambah buku manasik bagi jamaah udzur, sakit dan lanjut usia.

"Basisnya kami juga akan perkuat dengan bimbingan manasik berbasis ketua rombongan dan ketua regu. Kalau ketua rombongannya itu kita back up penguasaan manasik, ini menjadi agen pembimbing untuk anggotanya yang 44 orang," imbuh Nizar.

Demikian juga dengan pola manasik haji berbasis ketua regu, sehingga nantinya diharapkan jamaah dapat mandiri dan meminimalisir ketergantungan terhadap konsultan atau pembimbing ibadah.

Baca Juga: Negara di Afrika Ini Berniat Contoh Manajemen Haji Indonesia

"Materinya juga spesifik, misalkan bagaimana bimbingan manasik bagi jemaah usia lanjut, selama ini kan hanya satu, padahal perlakuannya berbeda," jelas Nizar.

Dia memberi contoh, nantinya buku manasik untuk jamaah udzur, sakit dan lanjut usia akan diberikan keterangan bahwa saat di jamarat, jamaah dapat diwakilkan dalam melontar jumrah.