Pemenggal Kepala Bocah SD Diduga Gangguan Jiwa

Karena gangguan jiwa, Ahmad kerap menyerang warga
Pemenggal Kepala Bocah SD Diduga Gangguan Jiwa
Ahmad, pemenggal kepala bocah SD. (Kanalkalimantan.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ahmad (35) memenggal kepala bocah perempuan bernama R (9) di Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Selasa (17/9/2019). Korban yang masih kelas 4 SD, dihabisi saat belajar kelompok dengan dua temannya. 

Tanpa ba-bi-bu, pelaku mengayunkan parang yang ditentengnya, ke arah leher R hingga terputus. 

Menurut warga, pelaku mengidap gangguan jiwa. 

"Dia itu gangguan jiwa, gila," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (18/9/2019). 

Belum jelas sejak kapan Ahmad mengidap gangguan jiwa. Lalu mengapa ia tak diobati atau dirawat di rumah sakit. 

Yang pasti, sebelum ini ia kerap melakukan penganiayaan. Bahkan, salah satu warga juga meregang nyawa karena dihabisi olehnya. 

"Kejadiannya lima tahun lalu," kata warga. 

Polisi masih mendalami motif Ahmad melakukan aksinya. Guna penyelidikan, ia ditahan di kantor polisi. 

Ahmad dijerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002.