MUI: Peniadaan Salat Id Sudah Sesuai Fatwa :: Nusantaratv.com

MUI: Peniadaan Salat Id Sudah Sesuai Fatwa

Meski begitu Anwar meminta ada kajian para ahli terkait keputusan tersebut
MUI: Peniadaan Salat Id Sudah Sesuai Fatwa
Ilustrasi salat id. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah kemungkinan melarang masyarakat menggelar salat salat idul fitri atau salat id berjemaah pada lebaran nanti, guna mencegah penularan virus corona. 

Baca juga: Ada 7-8 Calon Vaksin Obat Corona Paling Bagus 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, peniadaan salat id sudah sesuai fatwa mereka. 

Walau begitu, MUI meminta pemerintah benar-benar mengkaji keputusan itu nantinya.

"Kalau situasi penyebaran covid-19 nya di kala 1 Syawal tersebut masih tidak terkendali maka tidak boleh melakukan salat id (idul fitri) itu sudah sesuai dengan fatwa MUI," ujar Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, Selasa (12/5/2020).

Anwar memastikan pihaknya akan menyesuaikan keputusan pemerintah. Walau demikian, ia berharap ada dasar atau kajian bersama para ahli, dokter, dan ilmuan guna memutuskan hal itu.

"Kalau menurut MUI keputusan pemerintah tersebut harus didasarkan kepada kajian yang dilakukan oleh para ahli, para dokter dan para ilmuan dan hasil kajian serta riset mereka itu lah yang dijadikan dasar oleh pihak pemerintah untuk membuat sikap untuk akan membolehkan atau tidak membolehkan orang-orang untuk berkumpul," tuturnya.

Anwar pun meminta keputusan pemerintah juga harus sesuai kenyataan di lapangan. Ia berharap keputusan tersebut diambil pemerintah demi kepentingan masyarakat luas.

"Kita tidak mau pemerintah membuat sikapnya semaunya pemerintah saja tapi memang oleh pemerintah didasarkan kepada kenyataan empirik bagi kebaikan masyarakat luas," jelas Anwar.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Doni Monardo menyebut salat id bisa dilakukan jika penyebaran covid-19 tak lagi membahayakan masyarakat. Hal ini, menjawab usulan Menteri Agama Fachrul Razi tentang kemungkinan adanya relaksasi tempat ibadah. 

"Jadi Bapak Wapres menekankan bahwa kalau bahaya atau ancaman itu sudah tidak ada, bisa saja salat dilakukan. Tetapi manakala masih terdapat ancaman atau bahaya covid, maka ibadah salat id berjemaah tentunya tidak dilakukan," ujar Doni saat konferensi pers yang ditayangkan akun YouTube Setpres, Selasa (12/5/2020).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0