Mendagri: Pemekaran Papua untuk Percepatan Pembangunan

Khusus Papua, usulan pemekaran disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi.
Mendagri: Pemekaran Papua untuk Percepatan Pembangunan
Mendagri Tito Karnavian. (Beritagar)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengakui saat ini terdapat 183 usulan pemekaran wilayah. Tapi dengan anggaran yang terbatas, pemerintah sementara melakukan moratorium. 

Namun khusus Papua, usulan pemekaran yang disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke daerah tersebut, muncul aspirasi pemekaran untuk mempercepat pembangunan disana sekaligus menjaga situasi keamanan. 

"Di antara yang didiskusikan aspirasi dari Papua Selatan, ada Papua Tengah, Papua pegunungan tengah," ujar Mendagri usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, dilansir laman Setkab, Rabu (30/10/2019). 

Baca Juga: Mendagri Pastikan Pembentukan Provinsi Papua Selatan

Dijelaskannya, di Papua terdapat 7 suku besar. Yang sudah bulat itu di Papua Selatan. Mereka meminta dan Gubernur juga menyetujui. Adapun wilayah Papua Selatan meliputi Merauke, Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan kurang satu baru dikembangkan kota Merauke. 

Kemudian untuk yang di pegunungan tengah, lanjut Mendagri, ada aspirasi juga dari namanya Lapago yang pusatnya di Jayawijaya, termasuk Wamena, ini juga ada pegunungan tengah. Dikatakannya, disini ada juga permintaan Papua Tengah, ibukotanya di Timika, namanya Mepago. 

"Kita dengan keterbatasan anggaran yang ada, maksimal hanya bisa dua yaitu Papua Selatan yang sudah, yang Gubernurnya mau dan para Bupati juga mau, Insya Allah, aspirasi kuat disana dan untuk Pegunungan Tengah ini, kita sinkronkan dulu," terangnya. 

Bagaimana kalo Mepago dan Lapago menjadi satu, sementara yang di utara namanya Tabi dan Sarere, yang meliputi beberapa kota Jayapura, kabupaten-kabupaten ini menjadi satu juga, jadi di utara ada satu, tengah satu, bawah satu. 

"Itu kira-kira idealnya, idealnya lagi sih lima ya tetapi anggarannya nggak cukup, itu kemudian kita harus lakukan bertahap. Nah yang kita lihat sudah ada satu suara itu di Papua Selatan, sementara untuk Papua pegunungan tengah silahkan dulu diskusikan, aspirasi dari bawah, kalau sudah cocok mungkin disepakati tetapi kalau nggak cocok, ya mungkin nanti dulu gitu," lanjut Tito. 

Mengenai kemungkinan munculnya reaksi daerah lain jika pemekaran Papua diproses saat ini, Mendagri mengingatkan, ini sifatnya situasional. Selain itu, dasarnya data intelijen, selain itu data-data lapangan juga ada.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0