Kroyok Kemiskinan dan Stunting Lewat Program Desa Prioritas

Demi mengentaskan kemiskinan dan stunting, Mendes PDTT siapkan desa prioritas.
Kroyok Kemiskinan dan Stunting Lewat Program Desa Prioritas
Wapres Ma'ruf Amin beserta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju/ Kemendes PDTT

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejumlah kementerian sepakat untuk bersinergi dan menjadikan penanggulan kemiskinan serta stunting sebagai program di masing-masing kementerian terkait. Kerjasama antar kementerian ini juga akan disinergikan dengan program-program pemerintah daerah.

"Anggaran sudah cukup besar baik APBN di kementerian/lembaga maupun APBD di pemerintah daerah. Tinggal bagaimana membagi anggaran secara lebih efektif. Kemudian hal-hal paling mendasar terkait data-data kemiskinan yang sudah relatif baik, tinggal disempurnakan," ujar Wapres Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Terkait data kemiskinan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, akan menyiapkan data-data desa tertinggal yang akan menjadi prioritas penanganan kemiskinan dan stunting. Desa-desa inilah yang nantinya yang akan menjadi sasaran prioritas bagi seluruh kementerian/lembaga terkait.

Baca Juga: Menkeu Geram dengan Desa Setan yang Tagih Dana Desa

"Kongkretnya kita sepakat bahwa Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadi leading sektor dalam penentuan lokasi," kata Mendes PDTT.

Menurut Mendes PDTT, kendala terbesar dalam penanganan kemiskinan dan stunting adalah koordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Untuk itu, komitmen bersama antar kementerian/lembaga tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kemiskinan dan stunting.

"Data dari Kementerian Desa misalnya, ada sekian puluh ribu desa yang akan menjadi lokasi prioritas. Di situlah kita akan keroyok bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah. Makanya Kementerian Dalam Negeri juga menjadi leading sektor," jelas Mendes PDTT.

Mendes PDTT mengatakan, kerjasama tersebut akan langsung dilaksanakan per januari tahun 2020. Di samping itu, Kata Halim, akan disusun model dan bentuk monitoring serta evaluasi dari kerjasama program tersebut. 
 
"Sehingga dalam enam atau tiga bulan kita sudah siap laporkan hasil dari yang kita lakukan," tutup Mendes PDTT.



Reaksi Kamu

like
1
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1