Indonesia Dorong Penguatan Upaya Perlucutan Senjata Nuklir Global

Penting Memasukkan Perspektif Gender Dalam Penguatan Upaya Perlucutan Senjata Nuklir Global.
Indonesia Dorong Penguatan Upaya Perlucutan Senjata Nuklir Global
Pertemuan tingkat senior Stockholm Initiative on Nuclear Disarmament, di Stockholm, Swedia. (Dok. KBRI Stockholm)

Jakarta, Nusantaratv.com - Guna memajukan upaya perlucutan senjata nuklir global, maka mekanisme review terhadap implementasi Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir dan mekanisme verifikasi perlucutan senjata nuklir perlu diperkuat.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI Stockholm, Bagas Hapsoro, pada pertemuan tingkat senior Stockholm Initiative on Nuclear Disarmament, di Stockholm, Swedia, pada Rabu (27/11/2019) waktu setempat.

Penting untuk memberikan edukasi kepada publik, dan memasukkan perspektif gender dalam penguatan upaya perlucutan senjata nuklir global - ujar Dubes Bagas, dilansir laman Kemlu, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: RCDD, Jadi Forum Pertama Diplomasi Digital yang Digagas Indonesia 

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Stockholm Ministerial Meeting on Nuclear Disarmament and Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT) pada Juni 2019. Pertemuan telah mengidentifikasi berbagai opsi prioritas dan kontribusi bersama melalui pendekatan stepping stones yang akan disepakati pada Berlin Ministerial Meeting on Nuclear Disarmament di Berlin, Jerman, pada Februari 2020.

Dan, hasil dari Berlin Ministerial Meeting ini nantinya akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi, tidak hanya untuk menyukseskan Review Conference Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir pada 2020, tapi juga untuk memajukan isu diplomasi perlucutan senjata nuklir global secara umum.

Pertemuan ini diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Swedia dan Jerman bekerja sama dengan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dan British American Security Information Council (BASIC), pada 27-28 November 2019.

Pertemuan dihadiri para pejabat tingkat senior maupun duta besar dari 16 negara, antara lain Argentina, Kanada, Finlandia, Ethiopia, Jerman, Indonesia, Jepang, Yordania, Kazakhstan, Belanda, Norwegia, Selandia Baru, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, dan Swiss. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0