Filosofi Makanan Khas Lebaran Selain Ketupat

Tidak hanya sedap saat disantap, beberapa kuliner ternyata ada yang mengandung filosofi tentang nilai-nilai kehidupan.

Ilustrasi beberapa makanan khas lebaran.

Nusantaratv.com - Kita harus bersyukur menjadi orang Indonesia, karena negeri yang disebut juga dengan Nusantara ini, adalah negeri yang kaya raya, dan salah satu kekayaannya adalah kuliner. Bisa dipastikan setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing dengan bumbu dan rempahnya sendiri.

Dan uniknya, tidak hanya sedap saat disantap, beberapa kuliner ternyata mengandung filosofi tentang nilai-nilai kehidupan. Dilansir dari Liputan6.com, berikut beberapa kuliner lebaran yang mengandung filosofi kehidupan yang patut kita renungkan.

Rendang

Sebagai hidangan khas lebaran, rendang memiliki filosofi yang bermakna musyawarah dan mufakat. Empat unsur ini memiliki arti, yakni daging mewakili para pemuka adat, lalu kelapa menggambarkan para cendikia dan kaum pemikir, selanjutnya lada yang mewakili kaum ulama, dan terakhir bumbu yang menjadi penyelaras dan pemersatu semuanya. Empat unsur ini menjadi salah satu alasan kenapa rendang dijadikan santapan khas saat upacara penting, seperti pernikahan, acara adat, kenduri, dan acara keagamaan seperti Idulfitri.

Baca Juga: Filosofi Ketupat, Hidangan Primadona di Hari Lebaran

Lepet

Lepet juga mirip dengan ketupat karena berbahan dasar nasi. Lepet dibungkus dengan daun muda kelapa dan kemudian direbus. Hal yang membedakan ketupat dan lepet adalah bentuk lepet yang memanjang. Filosofi lepet yang memanjang diartikan sebagai Silep Kang Rapet yang artinya dikubur rapat-rapat. Maksud dari kata di kubur rapat-rapat tersebut adalah menutup rapat kesalahan-kesalahan di masa lalu yang dilakukan oleh saudara kita dan memaafkannya serta tak diungkit kembali.

Ketan

Ketan memiiliki filosofi dalam bahasa Jawa yang berarti ngraketken ikatan, yang artinya mempererat ikatan. Maksud dari filosofi ini menggambarkan budaya Indonesia yang mana selalu menjalin silaturahmi saat hari raya Idulfitri, untuk menjaga dan mempererat hubungan persaudaraan.

Apem

Bagi masyarakat Jawa, kue apem merupakan sebuah hidangan wajib saat merayakan Idulfitri. Filosofi kue apem sendiri saat Idulfitri berasal dari bahasa arab yaitu Afwun yang artinya maaf. Bagi orang Jawa, akan sedikit sulit untuk mengucapkan dengan dialek arab, maka dari itulah mereka menyebutnya apem.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK