Ini Saran Agar Batik dan Kebaya Bisa Dipakai Kapanpun

Inovasi perlu dilakukan guna melestarikan kain asli Indonesia
Ini Saran Agar Batik dan Kebaya Bisa Dipakai Kapanpun
Otty Hari Chandra

Jakarta, Nusantaratv.com - Saat ini, inovasi dalam penggunaan kain atau pakaian asli Indonesia dinilai amat diperlukan. Tujuannya agar pemakaian kain atau pakaian nusantara semakin sering dilakukan, mengiringi berbagai aktivitas sehari-hari, dipakai oleh siapapun baik dari kalangan tua maupun muda. 

Apalagi, saat ini orang-orang dianggap mulai nyaman dengan penggunaan kain atau busana asli Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari inovasi-inovasi yang memadukan pemakaian kain atau busana itu, dengan pelengkap atau tambahan yang bernuansa modern atau kekinian. 

"Seperti halnya Ibu Presiden kita yang beberapa waktu lalu menggunakan kebaya dengan kombinasi sepatu snakers. Sehingga hal itu menjadi dorongan untuk kita-kita dengan memakai pakaian kain atau kebaya tidak akan menjadi beban lagi," ujar pemilik OH Boutique, Otty Hari Chandra Ubayani di 'Kriyanusa 2019', Balai Kartini, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Menurut Otty, banyak keluhan dari pengguna kain etnik yang merasa bosan karena menilai modelnya hanya itu-itu saja. Sehingga, kata dia diperlukan kreativitas dari para desainer untuk merubah kain nusantara menjadi pakaian yang bisa digunakan untuk pakaian yang sehari-hari nyaman dikenakan. 

"Dirubah menjadi ball gown evening dress atau acara-acara resmi organisasi, partai, kenegaraan dan perkawinan adat," tuturnya. 

Dalam Kriyanusa 2019, OH Boutique menampilkan beragam kain nusantara dengan aneka padu-padan. Antara lain kain tenun, batik, juga kain songket. 

"Kami juga menampilkan batik Lasem yang dipadukan dengan batu-batu kristal. Ada juga kain batik dipadu dengan warna warna gliter dari swarovski," paparnya.

Adapun Kriyanusa 2019, merupakan pameran kerajinan nusantara yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mulai 11 September hingga 15 September 2019. 

Dekranas ialah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut. Serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Pengurus Dekranas antara lain istri presiden dan wakil presiden, serta para istri menteri kabinet.

Kriyanusa diikuti Dekranas daerah (Dekranasda) seluruh Indonesia, yang memfasilitasi perajin di wilayahnya masing-masing. Sejumlah BUMN dan kementerian juga memfasilitasi mitra binaanya untuk terlibat, sehingga terdapat 246 stan yang terdiri dari: 37 stan Kementerian dan BUMN, 170 stan Dekranasda, 25 stan individu, 8 stan mitra, dan 6 stan asosiasi.

Produk kerajinan tangan (handmade) mendominasi Kriyanusa 2019. Produk jenis ini dianggap lebih memiliki nilai tambah. 

"Di acara ini dilarang untuk menggunakan kain-kain print, karena diharuskan dengan batik canting atau tulis. Kalau tenun tentu dengan handmade pastinya tidak ada yang boleh diprint," kata Otty. 

Otty mengungkapkan, yang menjadi produk spesial di Indonesia ialah justru hasil kerajinan tangannya. Kendati dari sisi ongkos pembuatan lebih mahal, apalagi dibandingkan buatan China misalnya, namun hal itu justru disebut sebagai keunggulan. Apalagi produk ini cenderung berbeda-beda antara satu dengan lainnya. 

Walau begitu, ia mengakui  karena harga yang lebih mahal ini, produk kerajinan tangan Indonesia akhirnya harus kalah saing dengan buatan asing yang memiliki biaya produksi dan harga jual lebih murah. 

"Kalau kita ingin bersaing di industri fashion, pemerintah harus lebih banyak lagi men-support-nya supaya kita bisa menekan ongkos produksi. Listrik, bensin, bahan baku, dan SDM adalah kebutuhan yang sangat mempengaruhi harga jual suatu produk," jelas Otty. 

Lebih lanjut, ia berharap Kriyanusa selanjutnya tetap didukung penuh oleh seluruh pihak, terutama istri pejabat di kabinet berikutnya serta dibantu istri para kepala daerah. Hal ini semata demi melestarikan kebudayaan Indonesia, agar tak tergerus perkembangan zaman. 

"Kita ucapkan terima kasih kepada Ibu Bintang Puspayoga, Ibu Ryamizard Ryacudu, Ibu Enggar, Ibu Anis Bawesdan dan ibu-ibu kabinet yang menjadi pengurus di Dekranas. Juga untuk Mbak Ranti yang dengan sabar mengarahkan teman-teman designer di acara fashion show ini," kata dia. 

"Siapapun yang menjadi pengurus, kami berharap dia bisa tetap mensupport dengan sepenuh hati. Jangan sampai mengatakan cinta, cinta tapi tidak memakainya," imbuh Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan Universitas Diponegoro (Ikanot Undip) ini.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0