Kepergian BJ Habibie Sudah Satu Pekan Lebih, Doa Yang Sering Dipanjatkan-nya Sehingga Jadi Orang Besar

Sang Bunda, Tuti Marini harus mengirim Habibie yang baru berusia 14 tahun pergi dari Makassar karena kondisi krisis terus bergejolak
Kepergian BJ Habibie Sudah Satu Pekan Lebih, Doa Yang Sering Dipanjatkan-nya Sehingga Jadi Orang Besar
BJ Habibie (foto: jawapos.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepergian Almarhum Presiden Republik Indonesia Ke-3 sudah masuk fase pekan kedua. Kisah heroiknya pun sudah mendarah daging di rakyat Indonesia. Tak heran jika kepergian bapak demokrasi itu meninggalkan luka mendalam bagi segenap masayrakat Indonesia. 

Habibie adalah sosok laki-laki yang terkahir dari rahim keras, semasa kecilnya dia tumbuh dari keluarga ekonomi yang bisa dikatakan menengah ke bawah. Tapi, dengan tekad baja, Habibie menyulap semua itu, sehingga ia menjadi manusia super dan kejeniusannya dikenal seantero jagat raya. 

Dalam salah satu buku karangannya, diceritakan BJ Habibie muda yang harus pergi jauh ke Jakarta untuk menempuh pendidikan. Sang Bunda, Tuti Marini harus mengirim Habibie yang baru berusia 14 tahun pergi dari Makassar karena kondisi krisis terus bergejolak.

Habibie yang kala itu masih berusia 14 tahun merasa berat meninggalkan ibu dan keluarga besarnya di Makassar. Dia menangis dan memohon kepada sang Ibu agar tak dikirim ke Jawa. Tuti bergeming pada keputusannya. 

Perjalanan dari pria yang kemudian menjadi suami dari Hasri Ainun ini ditempuh menggunakan kapal. Selama di atas kapal, Habibie muda merasakan kegalauan hati.

Ia pun mengingat doa untuk orang tua yang diajarkan guru ngajinya yang kerap disapa Kapten Arab agar terus dilantunkan. 

"Nak, jangan lupa, kamu ada karena orang tuamu. Jadi, sampaikan doamu dengan bahasamu sendiri agar terasa. Bilang 'Oh Tuhan, perihara lah orang tua saya seperti orang tua saya pelihara saya sejak saya lahir sampai sekarang.' Doa dari anak untuk orang tuanya yang paling didengar," cerita Habibie dalam buku 'Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner' seperti dikutip dari haibunda.com.

Selain doa untuk orang tua, ia juga melantunkan doa ketika sedih. Doa ini pun menjadi bekalnya guna melanjutkan perjalanan hingga berhasil menciptakan sebuah pesawat serta membanggakan bangsa dan agama.

Adapun, doa ketika sedih yang Habibie baca justru diajarkan oleh seorang pastor Belanda di sekolahnya. Doa tersebut diajarkan dalam bahasa belanda dan terus diingat oleh BJ Habibie selama hidupnya.

"Di mana pun di masa depan, saya akan dipegang oleh tangan Tuhan. Dengan keberanian saya buka mata, ke masa depan yang saya tidak tahu. Tuhan, ajari saya untuk mengikuti jejak-Mu tanpa saya bertanya. Tuhan, apa yang Kamu laksanakan adalah yang terbaik. Berikan saya kekuatan untuk menghadapinya dengan kekuatan-Mu."

Itulah, doa ketika sedih yang pernah dibaca oleh BJ Habibie.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0