Istri Alami Endometriosis? Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Mau Lakukan Hubungan Intim

Pria perlu mempertimbangkan sesi bercinta bila istri mengalami endometriosis
Istri Alami Endometriosis? Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Mau Lakukan Hubungan Intim
Ilustrasi (foto: istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pria perlu mempertimbangkan sesi bercinta bila istri mengalami endometriosis. Endometriosis adalah gangguan yang mana jaringan, dikenal endometrium, yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim malah tumbuh di luar. 

Kondisi tersebut menimbulkan rasa sakit yang ekstrem dalam banyak kasus. Menurut dokter obstetri dan ginekologi Jessica Shepherd, saat wanita berhubungan seks, endometriosis dapat menimbulkan rasa sakit luar biasa.

Gejala endometriosis berkaitan dengan kehidupan seksual, seperti kekeringan vagina juga bisa dialami. Melansir Men’s Health, Selasa (22/10/2019), seorang wanita dengan endometriosis mungkin tidak mudah terlumasi layaknya wanita lain ketika terangsang. 

"Jika wanita menggunakan obat-obatan yang menyebabkan penurunan estrogen, maka hal itu menimbulkan kekeringan vagina. Saat istri mengalami endometriosis, ini momen terbaik untuk menggunakan pelumas demi membantu kurangi kekeringan," jelas Jessica.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wanita yang mengalami endometriosis saat bercinta. Posisi seks misionaris mungkin sangat menyakitkan. Pada posisi ini rahim akan miring ke belakang (pada bagian posteriornya).

"Itulah yang paling menyakitkan,” jelas dokter kandungan ginekolog John C Petrozza.

Jika Anda berdua menyukai misionaris, cobalah menopang pinggul pasangan dengan bantal. Cara ini sedikit mengubah sudut rahim.

Yang perlu diperhatikan juga terjadi pendarahan vagina setelah berhubungan seks bagi wanita yang mengalami endometriosis. Seks dan orgasme menciptakan ketegangan pada jaringan rentan yang diciptakan oleh endometriosis. 

Akibatnya, tidak jarang seorang wanita mengalami pendarahan setelah berhubungan seks. Anda sebaiknya tetap tenang dan pasangan memahami apa yang terjadi.

Waktu-waktu tertentu dalam siklusnya mungkin lebih menyakitkan.Berhubungan seks pada waktu yang berbeda dalam sebulan sebenarnya dapat membuat perbedaan besar. 

"Hubungan seksual mungkin tidak terlalu menyakitkan pada waktu-waktu tertentu selama siklus menstruasi," tambah Petrozza. 

Rentang waktu setelah menstruasi sampai berovulasi cenderung menjadi momen terbaik untuk seks. Jika wanita yang mengalami endometriosis aktif secara seksual, maka ia menyadari yang terjadi serta apa yang terasa terbaik untuknya.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0