Sebelum Gempa Terjadi, Ribuan Ikan Lemuru Naik Ke Pantai Canggu

“Fenomena alam terjadi di Pantai Canggu Bali. Ikan pada naik ke darat di bibir pantai. Banyak sekali ikan di sini. Ini fenomena alam yang jarang terjadi,” demikian tuturan perekam kejadian alam ini.
Sebelum Gempa Terjadi, Ribuan Ikan Lemuru Naik Ke Pantai Canggu
Warga sekitar pantai Batubolong, Canggu, Badung, panen ikan lemuru sesaat sebelum terjadi gempa bumi 6,0 SR yang mengguncang Bali./liputan6.com

Nusantaratv.com - “Fenomena alam terjadi di Pantai Canggu Bali. Ikan pada naik ke darat di bibir pantai. Banyak sekali ikan di sini. Ini fenomena alam yang jarang terjadi,” demikian tuturan perekam kejadian alam ini.

Sebuah rekaman amatir dari ponsel berdurasi 2,9 detik memperlihatkan warga yang menangkapi ikan-ikan tersebut. (lihat videonya disini: https://www.youtube.com/watch?v=54chCRR87sY)

Video ribuan ikan yang naik atau terdampar di Pantai Batubolong, Canggu, Badung, menjadi viral sebelum gempa bumi 6,0 SR yang mengguncang Bali dan sekitarnya, Selasa (16/7/2019) pagi.

“Surga ikan, surga ikan,” celetuk beberapa warga yang berada di pantai.

Di antara mereka ada yang menggunakan plastik untuk menampung ikan yang ditangkap. Ikan-ikan yang mengkilap terkena cahaya itu bergeleparan di pasir pantai.

“Kita hanya dapat berdoa semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga Tuhan melindungi kita semua,” lanjut perekam lagi.

Video yang diambil pada Senin malam ini viral di media sosial, terutama di Facebook.

Ada sejumlah akun yang mengunggah, juga membagikannya di grup-grup komunitas.

Netizen pun heboh menonton video tersebut.

Dari beberapa komentar netizen, diketahui ikan-ikan ini berjenis lemuru (Sardinella lemuru).

Tak sedikit yang mengaitkannya dengan bencana alam tsunami yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Andi Nak: Wah, ikannya banyak sekali. Apakah akan ada tsunami?

Rest’ Mirk: Semoga Tuhan melindungi kita semua bangsa Indonesia Aminn

Badruzzaman: Ternyata ada gempa ya, ikannya ngasitau

Fredlyn maed: Alam memperingatkan kita, manusia saja yang tidak memahaminya

Diketahui, Selasa pagi ini pukul 07.18. WIB atau 08.18. Wita wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Selasa (16/7/2019) kepada Tribunbali.com.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km,” imbuhnya.

Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI,” tambahnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. (tribun.jateng.com)

 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0