Daftar Durasi Puasa dari Seluruh Negara, Mana yang Paling Lama? :: Nusantaratv.com

Daftar Durasi Puasa dari Seluruh Negara, Mana yang Paling Lama?

Karena matahari terbit dan terbenam sedikit lebih awal setiap hari, jam puasa di bulan Ramadhan juga berubah beberapa menit.
Daftar Durasi Puasa dari Seluruh Negara, Mana yang Paling Lama?
(EM)

Nusantaratv.com- Bulan suci Ramadhan dimulai akhir pekan ini. Selama Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa selama sebulan penuh. 

Puasa dimulai saat sholat Subuh sesaat sebelum fajar dan dipatahkan saat matahari terbenam.

Tahun lalu, durasi minimum puasa adalah 11 jam tetapi naik menjadi 20 jam, tergantung lokasi. Dan tahun ini, durasi yang sama akan terlihat.

Karena matahari terbit dan terbenam sedikit lebih awal (atau sedikit lebih lambat) setiap hari, jam puasa di bulan Ramadhan juga berubah beberapa menit sepanjang bulan.

Pada akhir bulan, setiap hari akan sedikit lebih lama daripada di awal di beberapa negara dan lebih pendek di negara lain.

Melansir Aljazeera, di bawah ini adalah perkiraan jumlah jam buka puasa di kota-kota di seluruh dunia.

Jam dan waktu puasa yang sebenarnya akan bervariasi menurut hari, serta metode perhitungan:

- Nuuk, Greenland: 20 jam

- Oslo, Norwegia: 20 jam

- Helsinki, Finlandia: 20 jam

- Stockholm, Swedia: 19 jam

- Berlin, Jerman: 19 jam

- Ottawa, Kanada: 17 jam

- Kopenhagen, Denmark : 18,5 jam

- Warsawa, Polandia: 18,5 jam

- London, Inggris: 18,5 jam

- Nur-Sultan, Kazakhstan: 18,5 jam

- Brussels, Belgia: 18 jam

- Zurich, Swiss: 18 jam

- Bukares, Rumania : 17,5 jam

- Moskow, Rusia : 17 jam

- Paris, Prancis: 17 jam

- Roma, Italia: 17 jam

- Kabul, Afghanistan : 17 jam

- Madrid, Spanyol: 16,5 jam

- Lisbon, Portugal: 16,5 jam

- Athena, Yunani: 16,5 jam

- Beijing, Cina: 16,5 jam

- Washington, DC, AS: 16 jam

- Pyongyang, Korea Utara: 16,5 jam

- Ankara, Turki: 16,5 jam

- Tokyo, Jepang: 16 jam

- Rabat, Maroko: 16 jam

- Islamabad, Pakistan: 16 jam

- Teheran, Iran: 16 jam

- Baghdad, Irak: 16 jam

- Beirut, Lebanon: 16 jam

- Damaskus, Suriah: 16 jam

- Kairo, Mesir: 15,5 jam

- Yerusalem : 15,5 jam

- Kota Kuwait, Kuwait: 15,5 jam

- Kota Gaza, Palestina: 15,5 jam

- New Delhi, India: 15 jam

- Hong Kong: 15 jam

- Dhaka, Bangladesh: 15 jam

- Muscat, Oman: 15 jam

- Riyadh, Arab Saudi: 15 jam

- Doha, Qatar: 15 jam

- Dubai, UEA: 15 jam

- Khartoum, Sudan: 14,5 jam

- Aden, Yaman: 14 jam

- Addis Ababa, Ethiopia: 14 jam

- Kolombo, Sri Lanka: 14 jam

- Bangkok, Thailand: 14 jam

- Kuala Lumpur, Malaysia: 13,5 jam

- Singapura: 13,5 jam

- Luanda, Angola: 13 jam

- Jakarta, Indonesia: 13 jam

- Nairobi, Kenya: 13 jam

- Brasilia, Brasil : 12,5 jam

- Harare, Zimbabwe: 12,5 jam

- Pretoria, Afrika Selatan: 12 jam

- Wellington, Selandia Baru: 11,5 jam

- Buenos Aires, Argentina: 11,5 jam

- Cape Town, Afrika Selatan: 11,5 jam

- Canberra, Australia: 11,5 jam

- Santiago, Chili: 11,5 jam

Kemiringan sumbu bumi mengubah posisi matahari di langit, menyebabkannya muncul untuk waktu yang kurang lebih selama hari tertentu.

Pada bulan-bulan musim panas, waktu antara matahari terbit dan terbenam lebih lama, sehingga memperpanjang waktu yang dibutuhkan bagi umat Islam untuk berpuasa. Di musim dingin, para penyembah menikmati berbuka puasa sedikit lebih awal di hari itu.

Setiap hari, matahari terbit dan terbenam sedikit kemudian atau lebih awal, menyebabkan jam puasa berubah beberapa menit.

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0