Pria di Belgia Meninggal Gara-gara Nge-Vape

Seorang pria berusia 18 tahun di Belgia dilaporkan meninggal dunia akibat kegagalan nafas saat vaping.
Pria di Belgia Meninggal Gara-gara Nge-Vape
Ilustrasi (The Atlantic)

Brussels, Nusantaratv.com - Seorang pria berusia 18 tahun di Belgia dilaporkan meninggal dunia akibat kegagalan nafas saat vaping. Diduga, ia meninggal akibat campuran berbagai produk berbahaya yang ada di dalam vape-nya. 

‌ Melansir APF pada Kamis (14/11/19), pria bernama Raphael itu dilaporkan menggunakan rokok elektrik mengandung suatu zat yang umumnya ditemukan pada ganja.

Berdasarkan temuan awal, produk yang ada pada rokok elektrik itu merupakan cannabidiol (CBD).

Produk tersebut merupakan komponen dalam ganja yang populer dan legal serta memiliki efek menenangkan yang ringan, tetapi juga dijual di pasar gelap dengan dicampur dengan produk-produk berbahaya.

Baca Juga : Bangkai Kapal Misterius Ditemukan di Danau Michigan

"Keterkaitan dengan rokok elektrik sudah dapat dipastikan. Tidak ada penjelasan lain untuk (menjelaskan) pneumonia parah pada pasien tersebut," kata Menteri Kesehatan Belgia, Maggie De Block.

De Block menuturkan investigasi harus dilanjutkan untuk mengetahui situasi pasti saat kematian korban dan menekankan pelarangan vaping di Belgia.

Kematian Raphael merupakan kasus yang mirip dengan beberapa kasus kematian terkait rokok elektrik di Amerika Serikat dengan menyalahkan produk vitamin E asetat yang digunakan sebagai zat pengental minyak pada vape.

Kematian Rapahel ini juga dilaporkan menjadi yang pertama di Belgia. 

Otoritas kesehatan di AS telah menetapkan vaping berbahaya bagi anak-anak muda di tengah pesatnya peningkatan jumlah pengguna di kalangan murid sekolah menengah atas (SMA) hingga dua kali lipat pada 2017 dan 2018.(Cal) 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0