Dibakar Api Cemburu, Seorang Profesor Tega Mutilasi Mahasiswanya

Kasus mutilasi tersbut terbongkar usai ia ditemukan dalam keadaan mabuk dan hampir mati beku di Sungai Moika di St. Petersburg, Rusia
Dibakar Api Cemburu, Seorang Profesor Tega Mutilasi Mahasiswanya
Ilustrasi

St Petersburg, Nusantaratv.com- Seorang pria berusia 60-an tahun yang diketahui sebagai Oleg Sokolov, seorang staf senior di Universitas Negeri Saint Petersburg (SPbU) Rusia, dilaporkan memutilasi kekasihnya yang merupakan mahasiwanya. 

Sokolov diduga memiliki hubungan seksual dengan seorang mantan siswa perempuan berusia 24 tahun.

Kasus mutilasi tersbut terbongkar usai ia ditemukan dalam keadaan mabuk dan hampir mati beku di Sungai Moika di St. Petersburg, Rusia.

 Pria yang diidentifikasi sebagai seorang profesor dari universitas ternama kota itu membawa sebuah tas yang membuat polisi meluncurkan penyelidikan kriminal setelah melihatnya.

Menurut laporan media Rusia yang dilansir Sputnik, para penyelidik menemukan lengan wanita dan pistol di tas punggung milik pria yang kemudian diidentifikasi sebagai profesor terkenal dan ahli sejarah Prancis di sebuah universitas bergengsi di St. Petersburg, terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masa Napoleon.

Penyelidikan yang dikutip oleh media Rusia menyebutkan bahwa keduanya sebelumnya terlibat dalam berbagai proyek penelitian tentang era Napoleon sementara berpartisipasi dalam permainan peran (roleplay) sejarah termasuk pakaian otentik, dan pemeragaan kembali peristiwa-peristiwa tertentu dari era tersebut.

Berdasarkan klaim yang belum dikonfirmasi yang dilaporkan media, pada Kamis, Sokolov diduga membunuh kekasihnya, diduga didorong rasa cemburu. 

Sehari kemudian sang profesor berusaha untuk membuang mayat wanita muda itu dengan memutilasinya.

Menurut para penyelidik, Sokolov berusaha untuk mengubur kesedihannya atas pembunuhan itu dengan alkohol sementara berusaha menghapus jejak-jejak perbuatan jahatnya dengan gergaji besi. 

Polisi dilaporkan kemudian menemukan mayat itu di apartemennya yang berlumuran darah.

Laporan media yang mengutip para penyelidikan mengatakan bahwa pada Jumat malam, Sokolov pergi ke sungai untuk menenggelamkan bagian-bagian tubuh kekasihnya, tetapi tidak dapat membuat tasnya tenggelam. 

Tidak diketahui apakah profesor itu melompat ke sungai atau tidak sengaja jatuh ke air karena mabuk.

Pada Sabtu, setelah mendapatkan perawatan karena hipotermia, Sokolov mengakui kejahatan brutalnya.

Menurut media, mengutip mantan mahasiswa dan kolega Sokolov, profesor itu memiliki temperamen buruk dan catatan kekerasan dalam rumah tangga.

 Laporan mengklaim bahwa tidak ada tuntutan yang diajukan kepadanya karena reputasi profesional dan dukungan dari rekan-rekannya.(Cal) 

 

 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0