Banjir di Spanyol Tenggara Tewaskan Sejumlah Korban

Banjir yang melanda Spanyol Tenggara sejak dua hari terakhir telah menewaskan setidaknya lima orang dan sekitar 3.500 lainnya harus dievakuasi.
Banjir di Spanyol Tenggara Tewaskan Sejumlah Korban
Banjir di Spanyol Tenggara (nytpost)

Barcelona, Nusantaratv.com - Banjir yang melanda Spanyol Tenggara sejak dua hari terakhir telah menewaskan setidaknya lima orang dan  sekitar 3.500 lainnya harus dievakuasi. 

 Banjir menyapu mobil dan puing-puing di wilayah Valencia, Murcia, dan Andalucia timur. Terowongan jalan raya di beberapa daerah tergenang hampir sampai ke penerangan terowongan, dengan beberapa kendaraan sebagian atau seluruhnya terendam.

 Seorang pria yang hilang sejak meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki pada hari Jumat sebelumnya ditemukan tewas di desa Redovan di Valencia. 

Satu lagi ditemukan di provinsi Granada setelah mobilnya tersapu jalan tol dan orang ketiga di Almeria setelah mencoba mengemudi melalui terowongan yang banjir, kata layanan pertolongan. 

  Sebanyak 74 jalan ditutup, demikian juga seluruh layanan kereta api regional Murcia, dan bandara Murcia. Hubungan kereta api antara Alicante dan dua kota utama Spanyol - Madrid dan Barcelona - ditutup. 

Baca Juga : Militer AS Tidak Akan Menambah Jumlah Pasukan di Suriah

Beberapa daerah yang terkena dampak mencatat, curah hujan harian untuk bulan September dan tetap banjir sepanjang hari Jumat. 

"Situasinya kritis, semua kotamadya penuh dengan air," Mario Cervera, walikota kota Alcazares, salah satu yang paling terpengaruh di Murcia, mengatakan kepada saluran TVE milik pemerintah Spanyol.

 Petugas penyelamat, termasuk lebih dari 1.500 tentara, menggunakan helikopter dan kapal di berbagai daerah. 

 Selain sekitar 1.500 orang dievakuasi sebelumnya, 2.000 warga kota Santomera di Murcia lainnya dipindahkan dari rumah mereka secara berkala karena pembebasan terkendali dari bendungan lokal untuk menghindari meluap. 

Pihak berwenang memperingatkan warga untuk tinggal di rumah di daerah yang terkena dampak dan menghindari menggunakan mobil mereka.

Sumber :Reuters 
Terjemahan : (NTV /Cal)