Sebanyak 705 Paket Konkit LPG Didistribusikan ke Nelayan Sulsel dan Kaltim

Pemerintah Distribusikan 705 Paket Konkit LPG Ke Nelayan Sulsel dan Kaltim
Sebanyak 705 Paket Konkit LPG Didistribusikan ke Nelayan Sulsel dan Kaltim
Konkit LPG/ ESDM

Wajo, Nusantaratv.com - Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) melanjutkan program konversi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk ditujukan kepada para nelayan kecil bertonase 5 Gross Tonnage (GT).

Sebanyak 705 paket konkit diserahkan kepada masing-masing 580 paket untuk nelayan di wilayah Wajo, Sulawesi Selatan dan 125 nelayan Penajam Pasem Utara Kalimantan Timur menerima pemberian paket konverter kit LPG 3 Kg beberapa waktu lalu.

Untuk Kabupaten Wajo, pembagian paket konkit LPG 3 Kg ini merupakan kali kedua di wilayah tersebut dimana pada tahun 2018 lalu telah dibagikan 582 paket konkit serupa. Secara keseluruhan, nelayan di Kabupaten Wajo telah menerima 1.162 unit.

Baca Juga: Jaringan Gas Kini Telah Menjalar Hingga Probolinggo dan Pasuruan

"Kita (Pemerintah) ingin teman-teman nelayan punya daya beli yang cukup. Salah satu caranya dengan Program Konrversi BBM ke BBG ini. Kalau kita membandingkan biaya melaut dengan menggunakan LPG dengan bensin, bedanya cukup lumayan," ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso.

Sebagai perbandingan, setiap kali melaut, nelayan Wajo membutuhkan BBM sebanyak 5 liter atau sekitar Rp 50.000. Sementara dengan menggunakan LPG, dibutuhkan sekitar 1 tabung seharga Rp 20.000. "Isi tabung LPG 3 kg itu ekuivalen dengan 7 liter bensin. Lumayan bisa menghemat Rp 30.000 sekali melaut. Mungkin nelayan yang tadinya mau beli baju sekolah anak tidak bisa, sekarang bisa karena adanya tambahan uang ini," ungkap Ali.

Di sisi lain, pemilihan elpiji sebagai bahan bakar dipertimbangakan karena para nelayan sudah akrab atau familiar terhadap elpiji serta mempu membuat kinerja mesin penggerak relatif sama untuk motor berdaya rendah.

"Program konkit ini sebenarnya ditujukan supaya biaya operasional nelayan lebih rendah sehingga pendapatan nelayan bisa membaik. Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji sampai dengan sekitar 30% dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50%," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Mustafid Gunawan di Kabupaten Penajam Paser Utara.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0