Pemerintah Siapkan Tambahan Pasokan Listrik 844 MW di Ibu Kota Baru

Sokong Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru, Pemerintah Siapkan Tambahan Pasokan Listrik 844 MW
Pemerintah Siapkan Tambahan Pasokan Listrik 844 MW di Ibu Kota Baru
Ilustrasi sutet/ Shutterstock

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan pasokan energi terkait rencana pemindahan ibu kota baru Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Salah satunya adalah penyediaan pasokan listrik guna menunjang jalannya roda pemerintahan dan perkonomian di masa mendatang.

Menteri ESDM Arifin Tasrif memproyeksikan tambahan kebutuhan pasokan listrik di ibu kota baru tersebut sekitar 1.555 Mega Watt (MW) pada tahun 2024. Angka ini didapat dengan mempertimbangkan asumsi akan lonjakan perpindahan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dengan konsumsi listrik sebesar 4.000 kilo Watt hour (kWh).

"Jika reserve margin 30%, maka diperkirakan tambahan pasokan tenaga listrik yang harus disiapkan sebesar 1.555 MW," ujar Menteri ESDM saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga: Berikut Ini Rincian Anggaran Kementerian ESDM yang Telah Disetujui DPR

Di samping faktor perpindahan penduduk dan konsumsi listrik, Pemerintah mempertimbangkan pula kebutuhan energi listrik sebesar 6.000 Giga Watt hour (GWh), susut jaringan 10%, faktor beban 63%, dan produksi listrik 6.600 GWh. Sehingga keseluruhan beban puncak diasumsikan mencapai 1.196 MW.

"Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sampai 2024, tambahan pasokan di Kalimantan Timur tercatat sebesar 691 MW sehingga masih diperlukan tambahan sebesar 884 MW," kata Menteri ESDM.

Saat ini kondisi sistem ketenagalistrikan di ibu kota baru melalui sistem interkoneksi Pulau Kalimantan yaitu, daya mampu netto 1.596 MW, beban puncak 1.094 MW, dan cadangan 474,2 MW atau 30%.

Sementara itu, beban listrik di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari GI (Gardu Induk) Petung dengan kapasitas sebesar 90 MVA. Sementara, beban listrik di Kabupaten Kutai Kertanegara baru mencapai 117,54 MW yang dipasok dari GI Karang Joang, GI Manggarasari, GI Senipah dengan total GI sebesar 290 MVA.

Berdasarkan data PT. PLN, kondisi kelistrikan di Kalimantan sekarang tercatat memiliki cadangan sebesar 331,5 MW.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0