Berikut Ini Sebuah Pijakan Pengembangan Wilayah Perkotaan

Kajian Geologi Terpadu: Sebuah Pijakan Pengembangan Wilayah Perkotaan
Berikut Ini Sebuah Pijakan Pengembangan Wilayah Perkotaan
Penyelidikan Likuefikasi Badan Geologi/ ESDM

Jakarta, Nusantaratv.com - Saat ini kota-kota besar di Indonesia berkembang pesat baik secara vertikal maupun horisontal. Pertumbuhan pesat ditandai dengan hadirnya pencakar langit, pembangunan jembatan, jalan maupun infrastruktur strategis lainnya. 

Namun, siapkah kota-kota tersebut menghadapi ancaman bahaya geologi. Sejarah mencatat banyaknya korban jiwa, kerugian harta benda, serta kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat bencana. 

Diperlukan kesiapan dan upaya mitigasi yang meliputi ketersediaan data informasi spasial yaitu data-data kegeologian, baik sumber daya geologi maupun kebencanaan geologi, sebagai dasar dalam penataan ruang suatu kota baik dari aspek fisiknya maupun sosial ekonomi.

"Program Badan Geologi melalui kegiatan Geologi Terpadu bermaksud menyajikan informasi geologi secara komprehensif yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan perkotaan pada kawasan tertentu seperti kawasan Jabodetabek Punjur dan Cekungan Bandung yang dilaksanakan pada tahun 2019. Kawasan ini dipilih karena jumlah penduduk yang padat," ujar Anggota Tim Penyelidikan Geologi Lingkungan, Badan Geologi Kementerian ESDM, Rustam, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Badan Geologi Menilai Bahwa Amblesan Tanah di Desa Sila Bukan Akibat Sesar

Kajian Geologi Terpadu yang disusun Badan Geologi akan menjadi bahan pemangku kepentingan sebagai acuan dalam menyusun rencana strategis pengembangan wilayah perkotaan. 

"Kajian Geologi ini akan memberi manfaat sebagai data dasar untuk penataan ruang dan pengembangan wilayah kota, memberikan masukan untuk perencanaan tata ruang, baik Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Sebagai bahan evaluasi implementasi penataan ruang yang berkaitan dengan aspek kegeologian,' kata Rustam.

Metodologi kajian geologi terpadu dilakukan melalui analisis tumpang susun peta-peta tematik faktor sumber daya geologi dan kendala geologi, yang menghasilkan peta kesesuaian lahan, kemudian diintegrasikan dengan peta tematik terpilih. Selanjutnya digunakan dalam pemberian rekomendasi untuk pengembangan wilayah.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0