Ekspor Produk Perikanan Indonesia Terus Meningkat

Bahkan ekspor produk perikanan Indonesia termasuk yang terbesar di dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono/ist

Jakarta, Nusantara TV-Bisnis produk perikanan Indonesia tampaknya tidak terlalu terdampak oleh pandemi covid-19. Terbukti, ekspor produk perikanan dari tahun ke tahun terus meningkat. 

Bahkan Indonesia masuk dalam deretan negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia. 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun mendorong produk-produk perikanan dalam negeri bisa bersaing di pasar global. Sejumlah langkah telah ditempuh KKP diantaranya mempermudah layanan perizinan serta sertifikasi yang menjadi syarat produk perikanan bisa dipasarkan ke luar negeri.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan hadir mendukung penuh pelaku usaha perikanan Indonesia agar bisa tumbuh di pasar domestik maupun global. Kita ingin produk-produk yang kita hasilkan unggul di luar negeri,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, Sabtu (17/4).

Data menunjukkan total ekspor produk perikanan tahun 2020 mencapai USD 5,2 miliar atau sekitar Rp 72,8 triliun, dimana USD 4,84 miliar berasal dari ikan konsumsi.

Baca juga: Menteri KKP Janji Larang Ekspor Benur

Berdasarkan data sementara BPS, nilai ekspor produk perikanan pada Bulan Maret 2021 mencapai USD 476 juta. Angka ini meningkat 19 persen dibanding nilai ekspor produk perikanan bulan Februari 2021 dan meningkat 12 persen dibanding nilai ekspor produk perikanan bulan Maret tahun sebelumnya.

Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai USD 1,27 miliar. Angka ini naik 1,4 persen dibanding periode yang sama 2020 dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,14 miliar atau naik 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama ini produk perikanan Indonesia banyak diakspor ke Amerika Serikat sebesar USD 561 juta (45 persen terhadap nilai ekspor total), Tiongkok sebesar USD 171 juta (14 persen), Jepang sebesar USD 138 juta (11 persen), ASEAN sebesar USD 133 juta (10,6 persen), Uni Eropa sebesar USD 62 juta (5 persen), dan Timur Tengah sebesar USD 28 juta (2 persen).

Komoditas ekspor utamanya meliputi udang, Tuna-Cakalang-Tongkol, Cumi-Sotong-Gurita, Rajungan-Kepiting, Rumput Laut dan Layur.

Trenggono mengimbau eksportir perikanan untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Baik itu soal pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan.

Yang kedapatan melanggar aturan hukum maupun administratif, kata Trenggono, akan dijatuhi sanksi. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK