Pemprov Sumut Terus Pacu Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung

Pemprov Sumut Dukung Percepatan Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung
Rayza Nirwan - Ekonomi,Selasa, 07-01-2020 06:56 WIB
Pemprov Sumut Terus Pacu Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada rapat percepatan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kantor Gubernur Sumut, Medan/ Kemendagri

Medan, Nusantaratv.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung upaya percepatan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi Pelabuhan Hub Internasional. Apalagi hal tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah sekitar.

Hal tersebut terungkap dalam rapat percepatan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, (6/1/2020).

Adapun rencananya, di kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung juga akan dibangun kilang minyak dan petrokimia.

"Saya tahu proyek ini pada tahun 2016. Segera bentuk tim, dimana ada orang Pemprov, Pemkab Batubara dan Pelindo, lakukan kerja sama dalam bentuk kelompok kerja, karena bila kilang minyak ini lekas dibangun di Kuala Tanjung akan mempercepat tumbuhnya perkembangan pelabuhan tersebut, salah satunya kita juga kejar investor dari Korea. Kalau targetnya pertengahan tahun 2020 sudah groundbreaking yah sudah dikerjakan dari sekarang," ujar Gubernur Sumut.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Tingkatkan Konektivitas ke Danau Toba

Gubernur Sumut pun berharap dengan terselesaikan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hub internasional akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Sumut.

"Saya berharap dari Kuala Tanjung ini lah nanti bisa menyejahterakan Sumatera Utara, karena sangat mungkin dari situ membuka banyak lapangan kerja, habis rapat ini harus sudah dibuat planning besar, kapan ini semua akan diselesaikan, siapa dan berbuat apa harus jelas," kata Gubernur Sumut.

Pengembangan Pelabuhan  Hub Internasional yang terintegrasi dengan kawasan industri sebagai fasilitas penunjang pelabuhan pun dilakukan secara bertahap, dimana tahap 1 sudah selesai dibangun dan dioperasikan terminal multipurpose dengan panjang dermaga 2x500 m dengan kapasitas petikemas 500 ribu Teus dan Tangki Timbun CPO 100 ribu metric ton.

Tahapan selanjutnya adalah pengembangan kawasan industri dan pengembangan pelabuhan sesuai pertumbuhan industri dan transhipment. Untuk itu, Pelindo membutuhkan penetapan lokasi (penlok) seluas 1.700 Ha, dimana 1.128 Ha diperuntukan untuk kebutuhan lahan kilang dan petrokimia dan 500 Ha untuk cluster industri lainnya. Ditaksir total dana yang dibutuhkan adalah Rp 9,5 Triliun.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0