Cegah Longsor, Pemerintah Gunakan Geotextile

Kurangi Risiko Longsor, Kementerian PUPR Selesaikan Penanganan Lereng Ruas Rampa- Poriaha/Mungkur di Sumatera Utara
Rayza Nirwan - Ekonomi,Jumat, 13-11-2020 06:45 WIB
Cegah Longsor, Pemerintah Gunakan Geotextile
Lereng Ruas Rampa- Poriaha/Mungkur di Sumatera Utara/ PUPR

Jakarta, Nusantaratv.com - Dalam rangka meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Jalan Pintas ruas Rampa-Poriaha/Mungkur di Kabupaten Tapanuli Tengah sepanjang 18.50 Km.

Adapun jalan pintas tersebut menjadi jalur alternatif jalan nasional Sibolga – Tarutung menghubungkan Kota Sibolga-Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Utara yang kerap mengalami longsor saat musim hujan.

Ruas Rampa-Poriaha/Mungkur juga akan memperpendek jarak tempuh dari wilayah Poriaha/Mungkur menuju Tapanuli Utara karena tidak perlu lagi melewati Kota Sibolga.

Baca Juga: Rehabilitasi 72 Sekolah di Sulteng Rampung

"Layanan jalan yang semakin baik akan menunjang kelancaran logistik, terutama pada masa Pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga untuk menopang perekonomian masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan hasil produksi lainnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Kamis (12/11/2020).

Pada 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan pembangunan jalan baru ruas Rampa-Poriaha/Mungkur dengan membelah bukit sepanjang 700 meter, tepatnya di KM 8,6-KM 9,2.

sedangkan penanganan lereng bukit dilakukan dengan metode blasting (peledakan), selanjutnya untuk mengurangi risiko longsor digunakan geotextile serta matras pengendali erosi berwarna hijau sepanjang 900 meter.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0