Waspada! Harga Pangan Global Naik Drastis

Lonjakan harga gandum terutama didorong menyusutnya ketersediaan ekspor, kondisi pertumbuhan yang buruk di Argentina
Raymond - Ekonomi,Rabu, 11-11-2020 16:30 WIB
Waspada! Harga Pangan Global Naik Drastis
ilustrasi

Nusantaratv.com - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memastikan bahwa sejumlah harga komoditas pangan secara global mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan terjadi pada beberapa bulan secara berturut-turut.

Diinformasikan, yang mengalami kenaikan misalnya saja serealm gula, susu dan minyak nabati.

Adapun  harga internasional dari komoditas pangan yang paling banyak diperdagangkan, rata-rata mencapai 100,9 poin pada Oktober 2020, naik 3,1 persen dari September dan 6,0 persen di atas nilainya pada Oktober 2019.

"Lonjakan harga gandum terutama didorong menyusutnya ketersediaan ekspor, kondisi pertumbuhan yang buruk di Argentina dan berlanjutnya cuaca kering yang memengaruhi penanaman gandum musim dingin di Eropa , Amerika Utara dan wilayah Laut Hitam," tulis FAO dalam laporannya, dilansir pada hari ini.

Seperti diketahui, indeks harga sereal naik 7,2 persen dari bulan sebelumnya dan 16,5 persen dibandingkan dengan Oktober 2019. Sementara indeks harga minyak nabati naik 1,8 persen selama satu bulan, membukukan kenaikan tertinggi selama sembilan bulan, sementara indeks harga susu naik 2,2 persen dari September.

Sementara itu, kenaikan harga susu mencerminkan pengetatan pasar untuk pengiriman jangka pendek, didukung oleh permintaan impor yang kuat dari pasar Asia dan Timur Tengah.

Kemudian, terkait prospek produksi gula yang lebih rendah di dua produsen terbesar dunia yakni Brasil dan India menaikkan indek harga gula sebesar 7,6 persen dari September.

Sedangkan indeks harga daging turun 0,5 persen dari September, menandai penurunan bulanan kesembilan sejak Januari, mencerminkan berlanjutnya pengaruh pembatasan impor yang diberlakukan oleh China di Jerman. Harga daging sapi dan unggas juga turun, sementara harga daging sapi naik karena permintaan internal yang stabil dan pasokan ekspor yang rendah.

FAO menjelaskan, bahwa total penggunaan sereal dunia pada 2020/2021 sedikit dinaikkan menjadi 2.745 juta ton, yang mewakili peningkatan 1,9 persen dari level 2019/2020, sebagian besar didorong oleh revisi kenaikan konsumsi gandum di UE.

Penurunan dalam prakiraan produksi dunia untuk jagung, gandum dan beras di tengah laju ekspor yang lebih cepat, terlihat mengakibatkan penurunan persediaan, terutama di antara para eksportir utama.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0