Yakini Investor, Lewat Konsep Berbagi Beban

Yakinkan Investor di Tengah Pandemi, Wamenkeu Paparkan Konsep Berbagi Beban antara Kemenkeu dan BI
Rayza Nirwan - Ekonomi,Jumat, 10-07-2020 14:26 WIB
Yakini Investor, Lewat Konsep Berbagi Beban
Gedung Bank Indonesia/ Anadolu Agency

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) setuju membagi beban dampak Covid-19 dalam 2 kategori yaitu public goods seperti kesehatan, perlindungan sosial dan belanja tambahan untuk Kementerian/Lembaga dan Pemda yang jumlah totalnya Rp 397,56 triliun.

Pada kategori public goods ini, Pemerintah akan menerbitkan serangkaian Surat Berharga Negara (SBN) yang bisa diperdagangkan (tradable) dan marketable dengan BI reverse repo rate.

Kemudian setelah mature atau jatuh tempo, pemerintah membayar bunga atau kompensasi ke BI. Di hari yang sama BI akan mengembalikan bunga ke pemerintah berdasarkan skema pembagian beban.

Baca Juga: Berikut Ini Pembagian Beban Antar Kemenkeu dan BI

Untuk Non Public Goods yaitu untuk UMKM, korporasi di luar UMKM dan lainnya totalnya Rp505,90 triliun. Khusus untuk UMKM, pemerintah akan menerbitkan SBN tradable dengan BI reverse repo rate, dan BI akan rebate atau mengembalikan bunga ke pemerintah dengan 1% rate point. Sisanya akan ditanggung pemerintah. Jadi, pemerintah akan membayar bunganya ke BI.

Ketiga, untuk lainnya, seperti insentif fiskal, investasi pemerintah ke Penyertaan Modal Negara (PMN), maka SBN akan fully market rate atau dilepas dengan harga pasar penuh. Pemerintah akan menerbitkan SBN seperti biasa dengan harga pasar dan tidak berbagi beban dengan BI atau biaya sepenuhnya akan ditanggung pemerintah.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0