Indonesia Resesi, OJK Akui Laba Bank Hancur Lebur!

Laba bank bisa terkoreksi sekitar 30-35 persen. Iya, ini wajar karena kondisi seperti ini.
Raymond - Ekonomi,Selasa, 10-11-2020 15:29 WIB
Indonesia Resesi, OJK Akui Laba Bank Hancur Lebur!
Wimboh Santoso

Nusantaratv.com - Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menanggapi perihal resesi ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Terlebih saat ini diketahui laba bank sudah terkoreksi sejak paruh pertama tahun ini.

Bahkan, penurunan laba bank terus berlanjut hingga kuartal III/2020. Berdasarkan data OJK, per September 2020 laba bank merosot 27,6 persen secara year on year (yoy).

Ia menyebutkan, bahwa kondisi tersebut memerlukan waktu untuk pulih dan tak menutup kemungkinan akan terkoreksi sekitar 30-35 persen pada tahun ini, tetapi secara fundamental kondisi perbankan nasional masih terjaga karena memiliki permodalan yang kuat.

"Laba bank bisa terkoreksi sekitar 30-35 persen. Iya, ini wajar karena kondisi seperti ini. Tetapi pada umumnya kondisi perbankan masih bagus, modal masih kuat," ujarnya di sela-sela peresmian kantor OJK NTB di Mataram, hari ini.

Wimboh menambahkan, bahwa modal bank di Indonesia saat ini paling kuat di kawasan karena sikap hati-hati bank dalam menjaga fundamental perusahaan. Berdasarkan data OJK per September 2020, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,39 persen, naik dari bulan sebelumnya 23,16 persen.

Selain itu, dalam kondisi seperti ini bank harus berbagi 'rasa sakit' (sharing pain) dengan dunia usaha yang tengah tertekan oleh Covid-19. Sharing pain itu dengan berkurangnya pendapatan atau laba bank karena merestrukturisasi kredit.

Apabila pelonggaran angsuran tidak dilakukan, sambungnya, dampaknya bisa lebih buruk jika dunia usaha kolaps sehingga kredit menjadi macet. "Jadi ini seperti lingkaran. Diperlukan sharing pain dalam kondisi seperti ini,” sambungnya.

Seperti diketahui, penurunan laba saat ini terjadi semakin dalam dibandingkan dengan posisi Agustus 2020 yang menyusut 18,26 Persen (yoy). Penurunan laba tercermin dari berkurangnya margin bunga bersih (NIM) menjadi 4,29 persen dari bulan sebelumnya 4,43 persen.

Di tengah penurunan profitabilitas, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) per September 2020 naik menjadi 86,18 persen dari bulan sebelumnya 85,09 persen.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0