Pemerintah Lebur Tiga Bank Syariah, Nasabah Tak Usah Khawatir

Dipastikan layanan dan operasional untuk nasabah tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric)
Ramses Rianto Manurung - Ekonomi,Rabu, 14-10-2020 23:55 WIB
Pemerintah Lebur Tiga Bank Syariah, Nasabah Tak Usah Khawatir
Foto ilustrasi Bank Syariah/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Para nasabah diminta tidak perlu khawatir dengan kebijakan pemerintah penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari memastikan layanan dan operasional untuk nasabah tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric). Tidak ada perubahan pada operasional, kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan diberikan secara optimal.

Penggabungan ketiga bank syariah milik Himbara tersebut bertujuan agar Indonesia yang merupakan negara berpopulasi umat muslim terbesar di dunia mampu memiliki bank syariah terbesar di Tanah Air yang berskala global. 
Selain itu, penggabungan semakin meningkatkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sedang tumbuh positif meski di tengah pandemi

"Secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang ditengah tantangan ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi. Peluang pertumbuhan tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir,'" papar Toni, Rabun (13/10/2020).

Baca juga: Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Dilebur Jadi Satu, Targetnya Go International

Ia mengungkapkan hingga akhir Agustus 2020 beberapa indikator kinerja Mandiri Syariah positif dan tumbuh, sehat dan sustain yaitu laba bersih tumbuh 26,58 persen (yoy) menjadi Rp 957 miliar (unaudited), pembiayaan tumbuh hingga 6,18 persen (yoy) menjadi Rp 76,66 triliun. Pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52 persen menjadi Rp 48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah tersebut ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17 persen (yoy) menjadi Rp 99,12 triliun.

"Sinergi bank syariah milik BUMN diharapkan mampu meningkatkan inovasi ekonomi dan keuangan syariah menjadi lebih modern. Dalam beberapa tahun terakhir, Mandiri Syariah sendiri konsisten melakukan inovasi layanan digital bagi nasabah, guna menawarkan sistem layanan perbankan yang berbeda yang tidak hanya memberikan layanan finansial berbasis syariah, tapi juga solusi kebutuhan sosial dan spiritual yang makin relevan dengan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia," imbuh Toni.

Ia optimistis bank syariah nasional yang bersatu dan bersinergi akan menciptakan bank syariah yang modern, inovatif, berbasis digital, berskala global sehingga harapannya bisa memberikan manfaat lebih luas, lebih besar kepada lebih banyak stakeholders. Selama proses integrasi maupun setelah integrasi, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Sedangkan bagi para nasabah, merger belum berlaku efektif. Penandatangan CMA merupakan langkah awal dari proses merger.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0