Utang Pemerintah Segunung, Alasan Menkeu Juga Selangit!

Hingga di penghujung September 2020 total utang pemerintah mencapai Rp5.756,87 triliun.
Raymond - Ekonomi,Kamis, 19-11-2020 18:10 WIB
Utang Pemerintah Segunung, Alasan Menkeu Juga Selangit!
Menkeu Sri Mulyani

Nusantaratv.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan, bahwa utang pemerintah yang semakin hari makin membengkak terjadi karena pandemi corona. Sebut saja, hingga di penghujung September 2020 total utang pemerintah mencapai Rp5.756,87 triliun.

Itu artinya, rasio utang pemerintah sebesar 36,41% terhadap PDB. Adapun, total utang pemerintah itu terdiri dari pinjaman sebesar Rp864,29 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.892,57 triliun.

"Tahun 2020 ini kita perkirakan APBN defisit 6,34%, kenaikan luar biasa besar dalam rangka untuk menolong perekonomian, menangani Covid, dan bantu masyarakat," ungkap Sri saat menggelar konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020) di Jakarta.

Ia menjelakan, bahwa dengan membengkaknya utang, maka defisit APBN meningkat drastis hingga berada dikisaran Rp1.039,2 triliun atau meningkat 6,34%. Meningkatnya defisit APBN ini juga dilakukan pemerintah guna memenuhi kebutuhan anggaran belanja negara yang meningkat menjadi Rp 2.739,16 triliun.

"Dengan seiring penggunaan fiskal untuk countercyclical, maka defisit APBN di banyak negara atau semua negara alami kenaikan. Ini kemudian sebabkan rasio utang terhadap PDB meningkat," paparnya.

Sekedar informasi, Indonesia saat ini berada di posisi ke-6 sebagai negara dengan utang luar negeri (ULN) terbesar dunia di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Dimana infornasi ini dikutip dari laporan Bank Dunia bertajuk International Debt Statistics 2021, Selasa (13/10) kemarin, dimana utang luar negeri Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Adapun dalam data tersebut dirinci, bahwa utang luar negeri Indonesia pada 2009 sebesar US$179,4 miliar, pada 2015 sebesar US$307,74 miliar. Sedangkan pada 2016 sebesar US$318,94 miliar, kemudian pada 2017 sebesar US$353,56 miliar.

Sementara itu, pada 2018 sebesar US$379,58 miliar, dan pada 2019 sebesar US$402,08 miliar. Dimana utang terbesar berasal dari utang jangka panjang pada 2019 sebesar US$354,54 miliar, sementara itu jangka pendek sebesar US$44,79 miliar.

Meski memang tak hanya Indonesia, ada juga negara lain yang memiliki pendapatan rendah dan menengah yang juga masuk dalam 10 besar dengan utang luar negeri terbanyak adalah Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afria Selatan, Thailand, Turki, dan Rusia.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0