Penambahan Anggaran Percepat Pengerjaan Destinasi Super Prioritas

Pemerintah terus berupaya dalam mempercepat pengeraan Infrastruktur pada Destinasi Super Prioritas.
Rayza Nirwan - Ekonomi,Senin, 16-09-2019 12:39 WIB
Penambahan Anggaran Percepat Pengerjaan Destinasi Super Prioritas
Candi Borobudur merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas Indonesia/ Kemenpar

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggaran tambahan sebesar Rp 6,35 triliun pada APBN 2020 diharapkan mampu mempercepat pengerjaan proyek utilitas dasar dan infrastruktur di lima destinasi super prioritas.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pembangunan seluruh utilitas dasar dan infrastruktur pendukung di lima destinasi wisata super prioritas bisa tuntas sepenuhnya sesegera mungkin lantaran pemerintah telah mengucurkan anggaran tambahan tersebut.

Lima destinasi wisata yang dimaksud yakni Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Likupang di Sulawesi Utara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, pemerintah memberikan tambahan anggaran untuk pengembangan lima destinasi wisata super prioritas sebesar Rp 6,35 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Baca Juga: Kemenpar Raih WTP pada Laporan Keuangan Tahun 2018

"Untuk mencapai target ini, pemerintah menganggarkan Rp 6,35 triliun kepada 4 destinasi super prioritas dengan rincian Danau Toba (Rp 2,2 triliun). Kemudian Borobudur (Rp 2,1 triliun), Labuan Bajo (Rp 300 miliar), dan Mandalika (Rp 1,9 triliun)," ujar Menpar saat Rakornas III di Swissotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tambahan anggaran untuk pengembangan destinasi wisata super prioritas akan diberikan kepada enam kementerian/lembaga terkait yang terdiri dari Kemenpar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Kementerian PUPR mendapatkan porsi penambahan anggaran paling besar, yakni sebesar Rp 5,54 triliun lantaran masih banyak utilitas dasar dan infrastruktur pendukung yang belum tuntas di lima destinasi wisata super prioritas.

"Utilitas dasar dan infrastruktur pendukung merupakan jawaban dan komitmen pemerintah terhadap investor. Setelah ini semuanya tinggal dieksekusi, detail engineering design (DED) sudah, critical success factor masing-masing destinasi sudah kita buat," kata Menpar.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0