Mari Kenali APBN 2021 dan Rencana Strategisnya

Dalam Asumsi Makro APBN 2021, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Berada di Kisaran 5%
Rayza Nirwan - Ekonomi,Selasa, 13-10-2020 23:10 WIB
Mari Kenali APBN 2021 dan Rencana Strategisnya
Ilustrasi gedung Jakarta/ Isitmewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Ubaidi Socheh Hamidi memaparkan tentang APBN 2021 pada webinar Bincang APBN 2021, Selasa (13/10/2020). 

Dalam asumsi makro APBN 2021, pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 5%, inflasi 3%, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Rp 14.600, tingkat suku bunga SBN-10 tahun 7,29%, harga minyak 45 USD/barrel, lifting minyak 705 rbph, lifting gas 1.007 rbsmph. Kemudian sasaran dan indikator pembangunan ditambahkan Nilai Tukar Petani antara 102-104 dan Nilai Tukar Nelayan 102-104.

"Ada dua hal yang baru di tahun 2021 adalah menambahkan Nilai Tukar Petani  dan Nilai Tukar Nelayan di dalam sasaran indikator pembangunan," jelas Ubaidi.

Baca Juga: Inflasi Rendah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4%

Dalam postur APBN 2021, pendapatan negara ditargetkan Rp 1.743,6 triliun, belanja negara Rp 2.750 triiliun, defisit Rp 1.006,4 triliun atau 5,7%.

"Pendapatan negara harus tetap mendukung pemulihan ekonomi, tetapi dia juga harus memberikan insentif pajak yang terukur agar bisa memberikan akselerasi ekonomi. Di sisi belanja negara, tetap melanjutkan penanganan Covid tetapi juga untuk melakukan reformasi di tahun 2021 untuk mendukung spending better," kata Ubaidi.

"Di sisi pembiayaan (juga diarahkan) untuk mendukung restrukturisasi BUMN, BLU maupun SWF. Kemudian meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, UMi dan perumahan MBR (Masyarakat Berpendapatan Rendah), serta melanjutkan dukungan terhadap pendidikan tinggi, penelitian dan kebudayaan," tambah Ubaidi.

Untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi di tahun 2021, kebijakan strategis dalam APBN 2021 dialokasikan dana untuk pendidikan sebesar Rp 550 triliun, kesehatan Rp 169,7 triliun, perlindungan sosial Rp 421,7 triliun, infrastruktur Rp 413,8 triliun, ketahanan pangan Rp 104,2 triliun, pariwisata Rp 15,7 triliun dan bidang ICT Rp 29,6 triliun.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0