Investasi di Masa Pandemi, Siapa Takut?

“High Risk High Return” adalah sebuah hukum yang berlaku pada investasi yang jika diartikan secara umum adalah semakin besar...
Raymond - Ekonomi,Senin, 12-10-2020 10:56 WIB
Investasi di Masa Pandemi, Siapa Takut?
ilustrasi

Nusantaratv.com - Investasi saat ini menjadi satu hal yang sangat diperlukan, mengingat perkembangan jaman serta kebutuhan akan banyak hal semakin mendesak. Karena selain membuat keuntungan, tentunya investasi sangat penting dalam sebuah usaha.

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana investasi tersebut bisa membuat sebuah keuntungan.

“Jadi memang, inflasi yang berada di angka 5% ini tidak sepenuhnya buruk bahkan dengan adanya pertumbuhan tinggi tentu akan membuat ekonomi juga semakin naik,” ujar Patrick Gunadi, CEO & Co-Founder Danamart, dalam sebuah diskusi virtual bersama BINUS Online Learning, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Adapun menurutnya, disinilah peran penting Bank Indonesia untuk mengimbangi agar tidak terjadi deflasi. Kemudian menjelaskan mengenai risiko investasi yang berdasar pada karakteristik setiap seseorang.

“High Risk High Return” adalah sebuah hukum yang berlaku pada investasi yang jika diartikan secara umum adalah semakin besar keuntungan yang diinginkan, semakin besar pula risiko yang akan diperoleh. Risiko juga dibagi menjadi 2 karakteristik, yaitu Risk Takers (Pengambil Risiko), dan Risk Averse (Menolak Risiko),” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa dengan pembahasan Fintek, yang merupakan perkawinan antara teknologi dan financial yang berubah menjadi perubahan bisnis.

Selain itu, Patrick juga memberikan contoh-contoh fintek yang ada di Indonesia, seperti E-Wallet, Peer-to-peer (P2P), Investment & Risk Management, dan Market Aggregator.

Pandemi COVID-19 kini tentu sangat berdampak pada UMKM, seperti penurunan penjualan, pasokan bahan baku terbatas, phk karyawan, hingga kesulitan membayar pinjaman,” jelasnya.

Patrick memberi penjelasan bahwa Fintek P2P Lending atau dikenal sebagai Marketplace Lending (MPL) ini bisa memudahkan masyarakat. “Ini merupakan metode baru untuk pembiayaan utang yang memungkinkan masyarakat untuk meminjam serta memberikan pinjaman tetap melalui bank.

“Kemudian juga bisa menjadi sarana penghubung antara peminjam dengan pendana yang dimana proses seluruh pinjam meminjam dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Di P2P Lending inilah sumber pendapatan baru para investor, yang dimana terdapat efisiensi antara P2P dengan Bank biasa,” tutupnya.

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0