Inflasi Rendah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4%

Salah satu pertimbangan Bank Indonesia dalam menetapkan keputusan tersebut adalah inflasi yang rendah mulai Januari hingga...
Ramses Rianto Manurung - Ekonomi,Selasa, 13-10-2020 20:35 WIB
Inflasi Rendah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4%
Gubernur BI Perry Warjiyo /ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Oktober 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan salah satu pertimbangan dalam menetapkan keputusan tersebut adalah inflasi yang rendah mulai Januari hingga September 2020. BI juga melihat kondisi terkini dalam mengeluarkan kebijakan moneter.

“Dalam memutuskan kebijakan-kebijakan moneter, apakah suku bunga, nilai tukar, quantitative easing, maupun kebijakan makroprudensial, BI akan melihat secara keseluruhan indikator-indikator,” kata Perry, Kamis (13/10).

Berdasarkan data, inflasi tercatat rendah sebesar 0,89% ytd dan secara tahunan, inflasi September 2020 tercatat sebesar 1,4% yoy.

Dengan pergerakan inflasi yang rendah tersebut, BI melihat inflasi hingga akhir tahun akan di bawah batas bawah kisaran sasaran yang sebesar 2%.

Baca juga: Ekonomi Masih Terdampak Pandemi, APBN 2021 Diarahkan Pada Tujuh Hal Ini

Selain itu, BI juga mempertimbangkan kondisi perkembangan nilai tukar rupiah. Bila dibandingkan dengan level akhir 2019, nilai tukar rupiah per 12 Oktober 2020 masih mencatat depresiasi sebesar 5,56% ytd.

Perry menambahkan, pertimbangan lain dalam menerapkan kebijakan moneter adalah urgensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lesu akibat pandemi Covid-19 ini.

“Makanya, kami sepakat menahan suku bunga dengan pertimbangan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketdiakpastian pasar global dan domestik yang masih berlanjut,” tambah Perry.

Lebih lanjut, dalam mendukung pemulihan ekonomi, BI akan lebih menekankan jalur kuantitas, yaitu dengan penyediaan likuiditas di perbankan. Hingga saat ini, BI telah mengguyur likuiditas perbankan hingga Rp 667,6 triliun.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0