Gairahkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Gelontorkan Rp3,3 Triliun Dana Hibah

Dana Hibah Ini Bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Adiantoro - Ekonomi,Rabu, 21-10-2020 17:40 WIB
Gairahkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Gelontorkan Rp3,3 Triliun Dana Hibah
Ilustrasi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggaran sebesar Rp3,3 triliun disiapkan guna menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak pandemi Covid-19.

Dilansir dari laman Kemenkeu, Rabu (21/10/2020), anggaran bersifat hibah itu sekaligus membantu pemerintah daerah (Pemda) menyiapkan lingkungan wisata yang bersih, sehat, dan sesuai protokol Covid-19, terutama bagi industri hotel dan restoran.

Pemberian dana hibah ini mengacu pada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 46 Tahun 2020 mengenai Pengelolaan Hibah dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Dampak Akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta KMK Nomor 23/KM.7/2020 tentang Tahapan Penyaluran Hibah Pariwisata dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional TA 2020.

Baca Juga: Badai PHK, Cathay Pacific Pecat 5.900 Karyawan

Hibah ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bawah kluster Sektoral Kementerian atau Lembaga (K/L) atau Pemda. Sedangkan untuk kriteria daerah penerima hibah pariwisata yaitu pertama merupakan 10 destinasi prioritas pariwisata (DPP) dan 5 destinasi super prioritas (DSP).

Kedua adalah ibukota provinsi, ketiga merupakan destinasi branding. Keempat, daerah tersebut menghasilkan minimal Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) 15 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2019, dan kelima termasuk daerah 100 Calendar of Event (CoE). 

Sedangkan kriteria hotel dan restoran penerima hibah pariwisata adalah pertama, merupakan hotel dan restoran yang sesuai database Wajib Pajak Hotel dan Restoran di daerah penerima hibah. Kedua, hotel dan restoran masih berdiri dan beroperasi hingga Juli 2020, dan ketiga, hotel dan restoran memiliki perizinan berusaha. 

Sementara itu, untuk syarat teknis hibah pariwisata, Pemda yang menghitung alokasi bantuan kepada hotel dan restoran berdasarkan proporsi kontribusi penyetoran Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) ke kas derah (kasda) dari masing-masing pengusaha hotel dan restoran sepanjang 2019.

Kemudian, mekanisme penyaluran tahap I sebesar 70 persen untuk pengusaha (industri) hotel dan restoran, tahap II sebesar 30 persen untuk injeksi kas daerah jika minimal 50 persen dana tahap I telah diteruskan Pemda kepada industri pariwisata.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0